Rezeki dan Dedikasi Keluarga Namira Menjaga dan Memakmurkan Masjid

Dedikasi keluarga Ustazah Namira untuk menjaga dan memakmurkan masjid tidak perna padam. Bagi Ustazah Namira, dengan menjaga rumah-Nya, Allah telah memberikan rezeki lebih dari itu.

ustazah namira
Ustazah Namira saat sedang mengajar mengaji. (ACTNews)

ACTNews, PALEMBANG – Sudah 18 tahun keluarga Ustazah Namira (38) mengabdi di Masjid Jamiatul  Islamiyyah,  yang terletak di daerah 20 Ilir D. III, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang. Suami Ustazah Namira merupakan marbut masjid tersebut, sementara Ustazah Namira menjadi guru mengaji anak-anak. 

Selain mengabdi, DKM masjid juga mengizinkan keluarga Ustazah Namira tinggal di salah satu ruang di lingkungan masjid. Hal ini cukup meringankan keluarga Ustazah Namira yang saat belum memiliki tempat tinggal. 

“Masjid memberi upah Rp350 per bulan untuk kami masing-masing. Total pemasukan dari masjid Rp700 ribu berdua (Ustazah Namira dan suami),” kata Ustazah Namira saat ditemui tim ACT Palembang untuk memberikan bantuan biaya hidup untuk dai prasejahtera berdedikasi, Rabu (25/8/2021). 

Ustazah Namira mengaku merasa cukup. Baginya, jika dihitung-hitung, masjid sudah memberi lebih dari Rp700 ribu. Menurut Ustazah Namira, saat ini ia dan suami bisa menyekolahkan anaknya juga berkat pengabdiannya untuk merawat masjid. 

“Jika hitungan manusia (Rp700 ribu) itu tidak mungkin cukup. Namun, Allah Maha pemberi rezeki, di mana anak dua saya bisa sekolah, makan tidak kurang, sehat, bisa tidur nyaman tidak kehujanan dan kepanasan,” jelasnya. 

Aditya Marsello dari tim ACT Palembang, mengatakan di kampung atau di pelosok negeri banyak dai berdedikasi, mengabdikan hidupnya untuk mengajar mengaji, menjaga masjid, berdakwah di masyarakat yang tanpa pamrih. 

“Mereka adalah pahlawan untuk syiar Islam. Untuk mendukung perjuangan mereka, Global Zakat-ACT melalui program Sahabat Dai Indonesia (SDI) konsisten memberikan bantuan biaya hidup dan paket pangan,” katanya.[]