Rezeki dan Motivasi Dakwah Ustaz Hengki Pencari Keong Pensi

Meski gaji menjadi guru tahfiz Al-Qur’an tidak pasti dan gaji menjadi guru honorer pas-pasan, namun Ustaz Hengki yakin Allah kasih rezeki dari jalan lain yang tidak disangka. Salah satunya dari mencari keong pensi.

ustaz hengki
Ustaz Hengki saat menerima bantuan biaya hidup Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia. (ACTNews)

ACTNews, TANAH DATAR – Mencetak generasi penghafal Al-Qur’an menjadi cita-cita mulia Ustaz Hengki Africo di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar. Hal tersebut membuat Ustaz Hengki tak mempermasalahkan gaji yang ia dapat dari mengajar di rumah tahfiz Darun Najah.

Dalam sebulan, Ustaz Hengki digaji tidak pasti, tergantung kondisi kas. Namun bagi Ustaz Hengki hal yang ia dapat sejak menjadi guru tahfiz nilainya lebih dari itu. 

“Alhamdulillah berkah. Keberkahan itu terasa berupa kesehatan, rezeki materi juga ada terus. Allah kasih lebih dari itu (gaji di rumah tahfiz),” kata Ustaz Hengki kepada tim ACT Tanah Datar, Senin (27/9/2021).

Sumber penghasilan utama Ustaz Hengki berasal dari menjual keong pensi dan menjadi guru honorer. Ustaz Hengki mencari keong pensi di Danau Macau Duo yang berada di bawah Bukit Macau Duo Guguak Malalo. Satu liter keong pensi dihargai Rp5 ribu. 

“Kalau lagi banyak pesanan yang mencapai 150 liter, harus dibantu adik dan menyelam ke kedalaman tiga meter. Biasanya yang pesan orang dari Bukittinggi, Dharmasraya, dan Padang Panjang. Alhamdulillah ada, meski enggak selalu banyak dan setiap hari,” ujarnya. 

Sementara gaji menjadi guru Rp200 ribu per pekan. Meski gaji menjadi pengajar juga pas-pasan, tapi bagi Ustaz Hengki cukup. “Ikhlas dan harus optimis Allah kasih rezeki dari jalan lain yang kita tidak sangka-sangka,” jelasnya.[]