Ribuan Liter Air Bersih Didistribusikan untuk Korban Banjir Bantaeng

ACT dan MRI Sulawesi Selatan mendistribusikan bantuan 5.000 liter air bersih untuk masyarakat terdampak banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Bantuan ini diharapkan mampu mengatasi kelangkaan air bersih akibat rusaknya saluran PDAM pascabencana banjir.

Ribuan Liter Air Bersih Didistribusikan untuk Korban Banjir Bantaeng' photo
Distribusi air bersih di wilayah Bantaeng pada Jumat (12/6) lalu. (ACTNews)

ACTNews, BANTAENG – Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, yang dikenal dengan keindahan penataan dan tata kelola wilayahnya, kini mesti berbenah kembali. Hal ini karena banjir yang melanda sebagian besar wilayah ini pada Jumat (12/6) silam merusak berbagai fasilitas umum. Salah satunya aliran PDAM masyarakat sekitar.

Sebagai bentuk ikhtiar membantu saudara sebangsa, sejak awal terjadinya banjir hingga fase pemulihan, ACT bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Selatan terus mendampingi warga terdampak. Untuk mengatasi persoalan air, tim kemudian menghadirkan program Distribusi Air Bersih.

“Hingga beberapa hari ke depan, sebanyak 5.000 liter air bersih setiap harinya akan disalurkan kepada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat rusaknya saluran PDAM pasca banjir, misalnya di Kampung Pa'rang dan Kampung Tino,” ujar Catherin Imran selaku Kepala Cabang ACT Sulawesi Selatan.

Catherin menambahkan, kebutuhan air utama warga saat ini menjadi macet akibat dari putusnya aliran PDAM. “Kita berharap distribusi air bersih dapat menjadi solusi bagi warga yang saat ini sedang kesulitan, sampai nanti aliran air PDAM mereka kembali seperti semula,” katanya.


Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantaeng menyatakan, kerugian akibat banjir mencapai angka Rp33 miliar. Angka ini diambil dari kerugian kerusakan rumah warga, fasilitas umum, pertokoan dan perkantoran pemerintah hingga swasta.

Jumat lalu, air cukup deras menerjang terjadi secara tiba-tiba. Masyarakat setempat tak mengira bahwa hujan yang tak berlangsung lama dapat menyebabkan banjir dengan ketinggian air hingga 2 meter. Bahkan, di titik tertentu seperti di  Jalan Lorong Sunyi dan Jalan T. A. Gani mencapai ketinggian sampai 3 meter. BPBD setempat, dikutip dari Tribun Timur pada Sabtu lalu mengatakan, ada sekitar 10 ribu orang terdampak dari kejadian ini.

Untuk melayani 10 ribu warga terdampak tersebut, ACT bersama MRI di lokasi mendirikan posko kemanusiaan dan dapur umum. Selain itu, bantuan logistik juga turut didistribusikan semenjak hari pertama setelah banjir melanda. []


Bagikan