Ribuan Paket Pangan IHC akan Kembali Sapa Pengungsi Suriah

Ribuan Paket Pangan IHC akan Kembali Sapa Pengungsi Suriah

ACTNews, REYHANLI - Indonesia Humanitarian Center (IHC), sebagai pusat logistik yang digagas oleh Aksi Cepat Tanggap di perbatasan Suriah kembali melakukan aktivitasnya dalam mengisi pasokan bahan pangan dan non-pangan, baik itu di IHC yang berada di Reyhanlı, Turki maupun hub IHC yang berada di Idlib, Suriah. Proses pengisian pasokan bahan pangan dan non-pangan ini kemudian dilanjutkan dengan pengemasan ke dalam kotak-kotak pangan IHC untuk didistribusikan kepada pengungsi Suriah.

Firdaus Guritno selaku Penanggung Jawab IHC menyebutkan, gudang IHC yang berada di Turki sudah diisi sebanyak 4.000 paket pangan dan non-pangan. Adapun hub IHC di Idlib yang berfungsi sebagai tempat transit bantuan paket pangan dan logistik sebelum dibagikan langsung kepada pengungsi Suriah, dipasok dengan 1.000 paket. Paket-paket tersebut siap untuk disalurkan kepada pengungsi Suriah yang ada di perbatasan Turki-Suriah maupun di kamp-kamp pengungsian di Suriah.

“Alhamdulillah, 1.000 paket sudah sampai pada Ahad (26/8) lalu di hub IHC di Idlib. Memang gudang hub ini hanya dapat menampung maksimal 1.000 paket. Nantinya paket pangan dan logistik ini akan kembali disalurkan secara langsung oleh tim distribusi ke kamp-kamp pengungsian seperti kamp Jisr Shugur dan kamp sekitarnya di wilayah Provinsi Idlib,” ujar Firdaus.

Sebelumnya, melalui IHC yang menjadi pusat logistik dan pangan ACT, sebanyak 5.000 paket pangan dibagikan kepada para pengungsi di Suriah dengan total 1.000 ton beras dari Kapal Kemanusiaan Suriah dan program 16.800 roti dibagikan untuk 2.400 keluarga Suriah yang dibagikan setiap harinya.

IHC, gudang kebaikan

Konflik saudara yang bekepanjangan  dan tak kunjung usai di Suriah menyebabkan kesengsaraan bagi masyarakatnya, terutama bagi kaum wanita dan anak-anak. Menurut Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR), sejak 15 sampai 30 Juni sedikitnya 214 warga sipil meninggal termasuk 65 anak-anak dan 43 perempuan. Melansir dari The New Arab, sampai pada tahun 2017 sudah 400.000 jiwa melayang dan setengah populasi Suriah mengungsi.

Kehidupan para pengungsi sangat memprihatinkan. Kebanyakan dari mereka hanya bergantung pada bantuan kemanusiaan dan hidup di bawah terpal-terpal pengungsian. Melihat hal ini, ACT menggagas pembangunan Indonesia Humanitarian Center atau yang biasa dikenal dengan IHC untuk memberikan bantuan jangka panjang bagi pengungsi Suriah. Gudang tersebut kemudian resmi beroperasi pada pertengahan Maret lalu.

Setiap pekannya, sebanyak 1.000 paket logistik yang berada di IHC disalurkan bagi pengungsi Suriah di kota Reyhanli, perbatasan antara Turki dan Suriah. Tidak hanya itu, dengan adanya hub IHC, jangkauan distribusi bantuan menjadi semakin luas dengan menjangkau kamp-kamp pengungsian di Suriah.

Kehadiran IHC semakin memperlihatkan peran bangsa Indonesia dalam membantu saudara-saudara korban perang di Suriah. Bambang Triyono selaku Direktur Global Humanity Response ACT mengatakan, IHC terbuka untuk warga Indonesia mana pun, baik individu maupun organisasi, yang ingin turut berpartisipasi dalam penyediaan logistik bagi pengungsi Suriah.

ACT berharap dengan terbukanya IHC bagi masyarakat Indonesia, dapat mendorong lebih banyak lagi elemen masyarakat untuk ikut terlibat menyalurkan kepedulian mereka. Insya Allah, ikhtiar ini akan terus berlanjut sampai masyarakat Suriah terlepas dari krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. []

Tag

Belum ada tag sama sekali