Ribuan Pelajar di Gaza Masih Belum Bisa Kembali Sekolah di Tahun Ajaran Baru

Meski telah memasuki tahun ajaran baru, nyatanya maih ada ribuan siswa di Gaza belum bisa kembali bersekolah. Fasilitas pendidikan yang rusak, hingga faktor ekonomi keluarga yang tengah dilanda kesulitan, menjadi penyebabnya.

krisis pendidikan palestina
Ilustrasi. Masih banyak pelajar di Gaza yang belum bisa kembali ke sekolah di tahun ajaran baru. (AFP/Said Khatib)

ACTNews, GAZA – Palestina telah memasuki tahun ajaran barunya pada 16 Agustus lalu. Namun, masih ada sedikitnya 4 ribu pelajar yang belum bisa kembali bersekolah. Mereka tidak tahu kapan, atau apakah mereka bisa kembali ke ruang kelas yang mereka kenal sebelumnya. Hal ini disebabkan banyak fasilatas pendidikan yang mereka gunankan sebelumnya untuk bersekolah, telah rusak saat serangan Israel pada bulan Mei lalu.

Dalam serangan yang berlangsung selama 11 hari tersebut, badan bantuan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) menyataka setidaknya 51 fasilitas pendidikan di Gaza mengalami kerusakan. Termasuk pusat pelatihan UNRWA, 46 sekolah, dua taman kanak-kanak dan salah satu bagian dari Universitas Islam Gaza.

PBB saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas pendidikan yang rusak. Jika tidak memungkinkan untuk kembali digunakan, maka ribuan pelajar akan dialihkan ke fasilitas pendidikan yang tersisa. Artinya, dalam satu sekolah, akan ada setidaknya dua hingga tiga pergantian jadwal pembelajaran setiap hari. Pola ini terpaksa dilakukan agar semua pelajar bisa kembali bersekolah.

Selain fasilitas, faktor lain yang menyebabkan siswa di Gaza sulit kembali bersekolah adalah ekonomi. Beberapa keluarga sulit untuk membiayai perlengkapan sekolah dan biaya transportasi anaknya untuk pergi ke sekolah. Beberapa siswa laki-laki juga terancam putus sekolah karena keinginannya untuk bekerja demi membantu ekonomi keluarga.

Fidaus Guritno dari Tim Global Humanity Response (GHR)-ACT mengatakan ACT dan Sahabat Dermawan telah berupaya hadir untuk mengatasi permasalahan ini. Sebelum tahun ajaran baru dimulai, ACT telah menyalurkan berbagai bantuan untuk mendukung sektor pendidikan di Gaza. Beberapa di antaranya yaitu pengadaan bus sekolah untuk transportasi antar jemput siswa, bantuan perlengkapan sekolah untuk siswa prasejahtera, dan bantuan biaya pendidikan untuk siswa tuli.

“Insyaallah bantuan untuk siswa di Gaza bisa terus bertambah, dengan dukungan terbaik dari para dermawan,” ujar Firdaus. []