Ribuan Pengungsi Rohingya di Shamlapur Kembali Menerima Bantuan Kemanusiaan

Ribuan Pengungsi Rohingya di Shamlapur Kembali Menerima Bantuan Kemanusiaan

ACTNews, COX’S BAZAR - Aula bangunan milik Pemerintah Bangladesh yang berada dalam area Kamp Shamlapur kembali dipenuhi ratusan pasien pengungsi Rohingya. Ahad siang lalu (17/9), kegiatan layanan kesehatan gratis masih berlanjut. Hari itu menjadi hari kedua bagi pengungsi di Shamlapur untuk bisa memeriksakan kesehatannya kepada dokter umum.

Wajah-wajah baru dengan sabar mengantri di antara 500 pengungsi Rohingya lainnya. Banyak di antara mereka adalah lansia, perempuan, dan anak-anak. Menurut Rahadiansyah, sebagian besar pasien kala itu memiliki keluhan atas saluran pernafasannya.  

“Ada sekira 60% pasien yang menderita pneumonia atau paru-paru basah. Sisanya ada yang demam, diare, dan luka-luka,” jelas Rahadiansyah.

Keluhan penyakit mereka tak terlepas dari beratnya perjalanan mengungsi menuju Bangladesh selama belasan hari. Tak jarang mereka basah kuyup selama pelarian akibat hujan yang sering mengguyur perbatasan Myanmar-Bangladesh. Belum lagi dengan kelelahan fisik berat yang dialami para pengungsi Rohingya setelah berhari-hari berjalan menuju Bangladesh.

Layanan kesehatan di hari kedua di Kamp Shamlapur ini merupakan bentuk kepedulian dari warga Bandung dan netizen Indonesia yang telah menyalurkan bantuannya melalui kitabisa.com dan ACT. Sebelumnya, layanan kesehatan yang sama juga dilaksanakan di Shamlapur, Sabtu (16/9).

“Selama dua hari (Sabtu dan Minggu), sudah ada 1000 pengungsi Rohingya yang mendapatkan penanganan medis. Alhamdulillah, ini semua bisa berjalan atas izin Allah dan dukungan dari warga Bandung dan netizen Indonesia,” ungkap Rahadiansyah.

Di hari yang sama, amanah kepedulian warga Bandung dan netizen Indonesia juga disalurkan dalam bentuk bantuan sembako. Di sebuah tanah lapang dekat pemukiman pengungsi, ribuan pengungsi Rohingya lainnya duduk mengantri dengan tertib. Dengan sabar mereka menunggu paket demi paket bantuan didistribusikan oleh relawan lokal ACT.

“Total ada 4000 pengungsi yang menerima bantuan sembako Ahad lalu (17/9). Alhamdulillah, mereka tak perlu pusing lagi memikirkan kebutuhan pangan untuk keluarganya selama beberapa hari ke depan,” imbuh Rahadiansyah.

Bantuan demi bantuan tanggap darurat terus didistribusikan kepada puluhan ribu pengungsi Rohingya yang baru saja tiba di Bangladesh. “Insya Allah, truk-truk yang berisi bantuan emergency akan senantiasa menyambangi mereka hingga bantuan beras yang diangkut Kapal Kemanusiaan tiba di Bangladesh. Mohon dukungan dan doa restu masyarakat Indonesia,” pungkas Rahadiansyah. []

Tag

Belum ada tag sama sekali