Ribuan Porsi Makanan Tersaji Setiap Hari untuk Warga Luwu Utara

Saat ini ada empat dapur umum di Luwu Utara untuk menyajikan makanan siap santap bagi warga terdampak bencana. Selain itu, dalam beberapa hari ke depan akan tiba Humanity Food Truck. Aksi terbaik yang ACT berikan ini tak lepas dari dukungan masyarakat yang peduli kepada Luwu Utara.

Ribuan Porsi Makanan Tersaji Setiap Hari untuk Warga Luwu Utara' photo
Warga sekitar Dapur Umum ACT di Luwu Utara yang terlibat dalam aksi kemanusiaan menyediakan hidangan siap santap. (ACTNews)

ACTNews, LUWU UTARA – Lebih dari dua pekan pascabanjir bandang yang menerjang Kabupaten Luwu Utara, duka masih dirasakan warga terdampak. Banjir yang tak hanya membawa air, tapi juga lumpur dengan ketebalan 2-4 meter, membuat permukiman, harta benda serta jiwa harus menjadi korban. Menjelang Iduladha, mereka hidup dengan duka bencana yang masih terus terbayang, serta bantuan kemanusiaan yang menjadi tumpuan kehidupan.

Salah satu bantuan yang selalu harus terpenuhi ialah pangan, khususnya makanan siap santap. Hancurnya permukiman termasuk alat masak menjadi alasan makanan siap santap menjadi hal yang sangat dibutuhkan. Merespons hal tersebut, mendirikan posko kemanusiaan serta dapur umum. Tercatat hingga Rabu (29/7) sudah berdiri 3 posko kemanusiaan serta 3 dapur umum.

Andi Syurganda Haruna dari Tim Program ACT Sulawesi Selatan mengatakan, dapur umum yang ACT dirikan untuk korban terdampak banjir Luwu Utara secara total menyajikan hingga ribuan porsi makanan siap santap. Empat dapur umum tersebut tersebar di beberapa titik yang tak jauh dari lokasi parah terdampak banjir bandang. “Empat dapur umum ACT ada satu di Kecamatan Sabbang dan tiga lainnya tersebar di Masamba,” jelasnya.

Aksi dapur umum tersebut selain melibatkan relawan MRI yang bertugas di Luwu Utara, warga sekitar yang juga menjadi korban bencana alam juga ikut terlibat. Secara sukarela mereka mengikuti proses masak hingga pengemasan.

Kasrim, Kepala Desa Malimbu, Sabbang, mendukung aksi sosial yang diadakan oleh ACT dan MRI. Apresiasinya hadir karena baginya kegiatan tersebut membantu warga yang sedang dirundung duka akibat bencana banjir bandang. Hingga kini, bencana masih saja menyisakan duka bagi warga, baik secara ingatan maupun secara fisik yang merusak lingkungan.

Untuk diketahui, banjir bandang menerjang sebagian Kabupaten Luwu Utara pada Senin (13/7) malam lalu. Banjir bandang ini diketahui akibat tiga sungai meluap secara bersamaan seiring dengan tingginya curah hujan. Tiga sungai tersebut ialah Sungai  Rongkong di Sabbang, Sungai Meli di Radda, dan Sungai Masamba di Masamba.

Berdasarkan data yang diperoleh Jurnalnews, Rabu (22/7), akibat banjir, sedikitnya 38 jiwa meninggal, 11 hilang dan 106 luka berat. Dampak banjir bandang juga mengakibatkan ribuan rumah terendam air bercampur lumpur serta ribuan jiwa terpaksa mengungsi.

Selain dapur umum, untuk pemenuhan makanan siap santap, ACT juga mengirimkan salah satu armada kemanusiaan terbaiknya, Humanity Food Truck. Saat ini, truk berdapur yang mampu menghidangkan maksimal 1.500 porsi tersebut masih di kapal yang membawanya menuju Makassar dari Jakarta. Di rencanakan dalam beberapa hari lagi, Humanity Food Truck akan tiba di Luwu Utara setelah melakukan perjalanan darat dari Makassar.

Koordinator Humanity Food Truck Ryan Andriana mengatakan, keberangkatan truk berdapur tersebut merupakan aksi nyata kedermawanan masyarakat yang disalurkan melalui ACT. Truk tersebut juga diberangkatkan bersama tim koki dari Jakarta untuk menghidangkan makanan terbaik bagi warga terdampak bencana. “Saat ini, pangan memang menjadi kebutuhan utama warga terdampak banjir bandang. Namun, masih banyak keperluan lain yang harus dipenuhi, karena duka akibat bencana ini merupakan tugas kita semua untuk mengatasinya,” ungkap Ryan, Rabu (29/7).[]


Bagikan