Rintangan Tidak Menghalangi Tekad Pengabdian Muhdar

Di samping menjadi guru, Muhdar (44) yang mengajar mata pelajaran fikih juga terkadang bekerja menoreh getah karet.

bantuan guru honorer
Muhdar hanya berharap ilmu yang ia berikan dapat bermanfaat bagi anak-anak didiknya. (ACTNews)

ACTNews, KUBU RAYA – Pengabdian tidak mudah, perlu pengorbanan lebih untuk menjalaninya. Barangkali ini yang tepat menggambarkan aktivitas Muhdar (44) sebagai seorang guru yang berstatus non-pegawai negeri. Sudah dua puluh tahun ia mengabdi untuk sebuah sekolah di Desa Puguk, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

“Alhamdulillah, banyak pengalaman yang saya dapatkan selama mengajar di sini. Untuk gaji per bulan, kami dapat Rp800 ribu. Kadang dibayar tidak sesuai jadwal, menyesuaikan dengan kondisi keuangan sekolah,” ungkap guru yang mengajar mata pelajaran fikih ini pada Senin (25/10/2021) lalu.

Dengan gaji yang ada, Muhdar merasa cukup memenuhi kebutuhan keluarga. Karena di samping mengajar juga, ia memiliki sumber pemasukan lain. “Selain mengajar, saya juga menoreh getah karet, Mas,” terang Muhdar.


Meski dengan segala tantangan yang ada, Muhdar tetap konsisten dengan perjuangan sebagai tenaga pendidik. Tidak ada lain yang dia inginkan kecuali menebar ilmu yang bermanfaat untuk anak-anak didiknya.

“Doa saya untuk anak-anak, semoga ilmu yang saya ajarkan bermanfaat. Semoga juga kelak mereka menjadi anak-anak yang sukses, dan semoga ini menjadi amal ibadah untuk kita semua," harap Muhdar.

Muhdar merupakan salah satu dari empat guru penerima manfaat program Sahabat Guru Indonesia pada hari itu. “Bantuan biaya hidup ini merupakan apresiasi untuk mendukung tenaga pendidik kita. Kita harapkan mudah-mudahan, dapat menambah berkah dan semangat mereka dalam aktivitas,” ujar Nircho Dwi Anggoro dari Tim Global Zakat-ACT Kalimantan Barat. []