Riyanti: Alhamdulillah, Akhirnya Saya Punya Freezer

Dengan kehadiran freezer, Riyanti (45) mengaku bisa meladeni lagi pesanan-pesanan besar dari usaha makanan bekunya. Dengan itu juga ia bisa kembali melanjutkan usahanya dengan lancar untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan pengobatan suaminya.

Riyanti: Alhamdulillah, Akhirnya Saya Punya Freezer' photo
Riyanti semringah ketika menunjukkan freezer barunya. (ACTNews)

ACTNews, BANJARMASIN – Saat suaminya sakit para pada 2016 lalu, Riyanti (45) menggantikan posisi suaminya sebagai pengampu nafkah dengan menerima pesanan katering.  Di sisi lain biaya pengobatan suaminya begitu besar, sehingga ia terpaksa berutang di bank mencapai puluhan juta. Meski sudah bekerja keras, utang tersebut belum lunas hingga saat ini. Beberapa aset yang ia miliki pun terpaksa dijual.

Namun Riyanti terus berjuang dengan segala kemampuannya. Beberapa dinas dan komunitas telah menjadi pelanggan tetapnya. "Alhamdulillah ada beberapa kontrak dengan dinas sehingga omzet lumayan berkembang," tuturnya kepada Tim Global Wakaf – ACT Kalimantan Selatan, ditemui di rumahnya di Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin pada Rabu (23/9) lalu.

Hingga akhirnya pandemi Covid-19 melanda enam bulan yang lalu. Beberapa kontrak Riyanti terhenti, hingga akhirnya pelanggan pun menurun. Semua perjuangan kembali menjadi nol bagi Riyanti. "Tentu sangat berat, namun semua ini harus dijalani dengan ikhlas. Allah itu Maha Baik," tegasnya sembari tersenyum.


Beberapa waktu terakhir, Riyanti mengaku banyak mendapatkan pesanan makanan beku. Namun karena ia tak memiliki freezer, maka hanya pesanan dengan jumlah kecil yang bisa Ia layani. Kebaikan Allah kembali menyapa Riyanti dalam usahanya kali ini melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro dari Global Wakaf – ACT.

Dengan suntikan modal tersebut, Riyanti akhirnya bisa menambah aset berupa freezer kapasitas 250 liter. Riyanti optimis akan bisa mengembangkan usaha kateringnya menjadi lebih dahsyat dan harapan ke depannya membangkitkan ekonomi keluarga. "Sudah lama saya pengen punya freezer. Alhamdulillah terwujud berkat Wakaf Modal Usaha Mikro dari Global Wakaf," ucapnya dengan haru.

Retno Sulisetiyani selaku Koordinator program ACT Kalimantan Selatan pun berharap, para dermawan dapat berpartisipasi dalam program ini sehingga para pelaku usaha kecil seperti Riyanti bisa menjalankan usahanya dengan lebih lancar dan tentunya lebih berkah.

”Kami mengajak kepada para dermawan untuk membantu para pelaku usaha yang saat ini sedang kesulitan karena kendala permodalan. Melalui bantuan para dermawan sekalian di program Wakaf Modal Usaha Mikro, mudah-mudahan kita bisa membantu meringankan beban mereka,” harap Retno. []

Bagikan

Terpopuler