Rumah Baru, Hadiah untuk Ihin dan Momoh di Usia Senja

Di Tasikmalaya, masih banyak dijumpai lansia yang tinggal di rumah tak layak huni. Merespons hal ini, ACT Tasikmalaya selalu membuka kesempatan setiap orang mengambil peran terbaik untuk mereka.

Rumah Baru, Hadiah untuk Ihin dan Momoh di Usia Senja' photo
Ihin dan istrinya saat ditemui oleh tim ACT Tasikmalaya di rumahnya yang belum direnovasi. Mereka merupakan lansia yang tinggal di rumah tak layak huni. (ACTNews)

ACTNews, TASIKMALAYA Namanya Sholihin (72), atau yang akrab disapa Kakek Ihin oleh warga di sekitar tempat tinggalnya di Kampung Pasir Hideung, Desa Cikapinis, Kecamatan Karangnunggal, Tasikmalaya. Di sana, Ihin tinggal bersama sang istri tercinta, Momoh (60). Tak ada kemewahan yang menemani usia senja mereka berdua. Bahkan, rumah yang menjadi tempat berteduh dari panasnya siang dan dinginnya malam sudah tak layak huni.

Tiang penyangga rumah yang terbuat dari kayu sudah lapuk termakan usia. Begitu juga dengan dinding dari bilik bambu yang banyak terdapat lubang di beberapa bagian. Tak ada perabot rumah tangga yang bermacam-macam. Dua lansia itu hidup dalam kesederhanaan.

Ihin mengisi hari-harinya dengan menjadi imam masjid serta guru mengaji secara sukarela. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia memilih menjadi buruh tani di lahan orang lain. Upahnya tak menentu. Akan tetapi, tak banyak pilihan baginya, mengingat usianya yang tak lagi muda. “Hidup apa adanya saja,” ungkap Ihin kepada tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tasikmalaya beberapa waktu lalu.

Usia yang tak lagi muda dan keterbatasan ekonomi ini lah yang kemudian membuat Ihin dan sang istri tak sanggup untuk memperbaiki rumah mereka. Sudah 25 tahun tempat bernaung itu tak tersentuh renovasi sama sekali. Dan, merespons hal tersebut, ACT Tasikmalaya sejak empat hari lalu memulai pembangunan kembali rumah untuk Ihin dan istri yang tergolong lansia ini. Rumah permanen akan siap huni dalam beberapa waktu ke depan.

“Saat ini sedang tahap pemasangan hebel. Alhamdulillah tak ada kendala berarti karena cuaca juga sangat mendukung,” jelas M. Ridwan Fauzi dari tim Program ACT Tasikmalaya, Kamis (15/10).

Selain rumah Ihin dan istrinya, saat ini ACT Tasikmalaya juga sedang membangun satu rumah lain yang juga untuk lansia. Een (57), perempuan lumpuh yang tinggal sebatangkara di Sukaresik, Tasikmalaya menjadi penerima manfaatnya. Sebelumnya, selama 20 tahun, Een tinggal di rumah tak layak huni ukuran 3x3 meter. Tak ada MCK yang layak bagi Een yang mengalami keterbatasan. Untuk itu, saat mengetahui rumahnya akan dibangun kembali oleh ACT, rasa syukur pun terus ia panjatkan.

Hingga hari ini, ACT Tasikmalaya sendiri telah menyelesaikan pembangunan rumah layak huni bagi 14 lansia. Mereka semua tersebar di berbagai lokasi di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Fauzi mengatakan, ke depannya, jumlah ini akan terus bertambah, karena penggalangan donasi untuk pembangunan rumah lansia lain melalui laman Kitabisa masih terus berjalan.

“Semua kebaikan yang tersalurkan tak lepas dari peran serta masyarakat. Hingga kini pun penggalangan dana untuk rumah lansia pun terus kami buka,” jelasnya.[]

Bagikan

Terpopuler