Rumah Belajar Alquran Santi Butuh Renovasi

Sudah 18 tahun Santi menjadi guru belajar Alquran anak-anak. Rumah berdinding papan dan atap rumbia menjadi tempat tinggal sekaligus lokasi ia mengajar.

waqa alquran act
Alquran yang biasa dipakai belajar anak murid Santi. (ACTNews)

ACTNews, LUWU Keterbatasan fisik tak menyurutkan perjuangan Santi (40) melahirkan generasi cinta Al-Qur’an di tempat tinggalnya, Dusun Tunas Baru, Desa Kendekan, Walenrang Timur, Luwu. Sudah 18 tahun ia membuka kelas belajar Alquran untuk anak di rumah sederhananya. Setiap hari, selepas sholat zuhur, rumah Santi selalu ramai dengan lantunan ayat Alquran, juga canda khas anak-anak.

Mushaf Alquran yang Santi gunakan untuk mengajar mengaji berasal dari sumbangan warga sekitar. Santi mengumpulkannya saat itu dengan mendatangi langsung dari rumah ke rumah. Kondisi mushaf pun tak sepenuhnya baik, tak sedikit yang sudah lusuh.

“Sampai sekarang Alquran masih dipakai buat belajar. Sudah lusuh memang, tapi masih bisa dibaca anak-anak,” ungkap Santi yang juga mengatakan alasan tak mengganti dengan mushaf baru karena keterbatasan dana.


Tumpukan Alquran yang digunakan belajar murid Santi. (ACTNews)

Ada puluhan anak belajar mengaji dengan Santi. Untuk urusan biaya pendidikan, Santi menggratiskannya. Ekonomi keluarga anak murid menjadi alasan tak adanya iuran pendidikan.

Santi, selain menjadi guru mengaji, dahulunya merupakan seorang buruh tani. Sayang, tahun 2003, ia mengalami kelumpuhan sehingga tak bisa berjalan. Ujian pun datang di tahun 2005 saat sang suami pergi meninggalkannya. Sekarang, Santi tinggal bersama dua orang anak, Takdir (20), yang bekerja sebagai kuli bangunan, dan Syahrul (19), membantu sang ibu di rumah. Mereka tinggal di rumah berdinding papan dengan atap rumbia.

Renovasi rumah belajar Alquran


Rumah sekaligus tempat Santi mengajar anak-anak. (ACTNews)

Saat ini, ACT Sulawesi Selatan tengah menggalang kepedulian untuk merenovasi tempat tinggal yang juga menjadi rumah belajar Alquran milik Santi. Firman, dari tim Program ACT Sulsel, menjelaskan, saat ini sedekah yang sudah terkumpul sekitar Rp3 juta, sedangkan, waktu urun dana masih 88 hari lagi. Penggalangan tersebut dilakukan melalui laman Indonesia Dermawan.

“Nantinya, dari dana yang terkumpul akan digunakan untuk merenovasi tempat tinggal sekaligus tempat belajar Alquran. Mushaf Alquran juga akan diperbarui. Harapannya, agar anak-anak  belajar Alquran lebih semangat lagi,” ungkap Firman.[]