Rumah Sakit di Jawa Timur Masih Membutuhkan Bantuan APD

Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur mendistribusikan alat pelindung diri untuk paramedis secara berkala. Distribusi dilakukan ke sejumlah rumah sakit yang terus menangani perawatan pasien Covid-19.

Relawan bergotong-royong menyalurkan bantuan APD di Rumah Sakit Wiyung Sejahtera. (ACTNews)

ACTNews, SURABAYA – Pandemi Covid-19 memukul telak kesehatan dunia, termasuk Indonesia. Paramedis dalam segala kondisi pun harus bekerja keras menangani pasien yang terus melonjak. Salah satu kisah perjuangan tenaga kesehatan pun diceritakan Direktur Rumah Sakit Wiyung Sejahtera Surabaya dr. Eko Wahyu Agustin. 

“Awal-awal pandemi, tenaga medis di RS ini (Wiyung Sejahtera), pernah menggunakan jas hujan sebagai pengganti baju hazmat. Pada saat itu APD masih terbatas dan sangat mahal, sampai sampai ada yang mendonasikan jas hujan hingga dua kali,” jelas dr. Eko mengawali cerita.

Menurut Eko, saat itu APD masih terlalu mahal bagi sejumlah rumah sakit swasta. Padahal, APD merupakan perlengkapan wajib yang harus digunakan dokter dan perawat dalam menangani pasien di masa pandemi ini. Masker N95, masker bedah, sarung tangan, dan juga pelindung wajah adalah perlengkapan minimal yang dibutuhkan tenaga medis.

Cerita mahalnya APD juga diceritakan Perwakilan Rumah Sakit Islam A. Yani Wonokromo dr. Ganjar Adityo Permadi, SpPD. Kala itu, alat pelindung diri tidak langsung dibagikan dan digunakan semua tim medis. “Kami hanya memberikan APD lengkap kepada tim medis yang benar-benar menangani pasien Covid-19. Sedangkan dalam menangani pasien-pasien yang dalam pengawasan dokter dan perawat cukup menggunakan masker, face shield, dan sarung tangan,” ungkap dr. Ganjar.

Sementara itu Sub Bagian Pemasaran Rumah Sakit  Siti Khotidjah Sepanjang Itawi Ningsih mengaku, walau sudah di era ‘new normal’,  lebih dari separuh tempat tidur yang disediakan untuk pasien Covid-19 di rumah sakitnya sudah terisi.

“Dari 187 tempat tidur yang disediakan, 100 tempat tidur telah terpakai, dan hampir 70 persen tempat telah terhuni, cukup banyak pasien Covid-19-nya. Selama pandemi belum berakhir, kebutuhan APD selalu dibutuhkan di rumah sakit, Mas” ungkap Itawi ketika ditemui tim ACT Jawa Timur.

ACT Jawa Timur pun telah melakukan distribusi bantuan ke sejumlah rumah sakit. Implimentator Program ACT Jwa Timur, Mashudi mengajak masyarakat Surabaya turut membantu rumah sakit di Timur dalam menyediakan APD melalui Program Ayo Bersama Lawan Corona di laman Indonesia Dermawan.

“Kami terus menyarankan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak fisik. Di samping itu, ada hal baik yang juga bisa kita lakukan dengan membantu paramedis melalui dukungan bantuan APD,” ajak Mashudi.[]