Rumah untuk Korban Banjir Solok Selatan Usai Dibangun

Desember 2019, banjir bandang dan longsor menghancurkan tempat tinggal Zainal dan Syamsul, warga Solok Selatan. Akan tetapi, duka itu telah berlalu. ACT pada Sabtu (18/7) lalu meresmikan rumah baru untuk mereka.

Serah terima bantuan rumah bagi korban banjir Solok Selatan. (ACTNews)

ACTNews, SOLOK SELATAN – Banjir yang melanda Solok Selatan pada Desember 2019 lalu menyisakan duka mendalam bagi keluarga Zainal dan Syamsul. Rumah warga Balin Sawatua, Nagari Pakan Rabaa Tengah, Koto Parik Gadang Diateh, Solok Selatan ini harus menerima kenyataan rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir. Ia pun harus bertahan, melanjutkan hidup dengan kondisi rumah yang berantakan.

Akan tetapi, Juli 2020 ini menjadi waktu bahagia bagi keluarga Zainal dan keluarga Syamsul. Hal tersebut karena ACT Sumatra Barat meresmikan rumah baru bagi mereka. Peresmian dua rumah tersebut juga dihadiri Plt Bupati Solok Selatan Abdul Rahman. Pengguntingan pita menjadi tanda rumah tersebut resmi selesai dibangun dan bisa dihuni keluarga korban banjir bandang dan longsor itu.

Abdul Rahman mengapresiasi pembangunan rumah tersebut. Ia berharap, rumah baru tersebut bisa menjadi pelipur lara korban bencana alam. “Harapannya, masyarakat terbantu (bantuan rumah) karena memang sangat dibutuhkan warga yang terdampak,” ungkapnya, Sabtu (18/7).

Rumah yang ACT Sumatra Barat bangun masing-masing memiliki luas 36 meter persegi. Terdapat dua kamar tidur serta ruangan lainnya. Erni, salah satu anak penerima bantuan rumah mengatakan, adanya bantuan tersebut sangat bermanfaat. Pasalnya, sang ayah yang berprofesi sebagai petani tak mampu secara ekonomi membangun ulang rumah yang hancur karena bencana alam. “Ayah saya petani yang harus menghidupi tujuh anggota keluarga,” ungkapnya.

Terbangunnya rumah Zainal dan Syamsul merupakan hasil sedekah masyarakat, khususnya Sumatra Barat. Proses pembangunan juga dilakukan secara swadaya oleh warga sekitar bersama tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI). Zeng Welf selaku Kepala Cabang ACT Sumbar mengatakan, dua rumah yang terbangun itu merupakan salah satu wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap sesama.

“Hal serupa juga bisa dilakukan oleh siapa pun karena masih banyak masyarakat di Indonesia dan berbagai negara lain yang membutuhkan bantuan. Rumah Pak Zainal dan Pak Syamsul ini adalah bentuk nyata kepedulian dan kedermawanan,” ujar Zeng.[]