Rumah Wakaf Siap Naungi Warga Gaza yang Rumahnya Hancur

Sebagai ikhtiar memberi tempat bernaung warga Gaza yang rumahnya hancur akibat serangan Israel, Aksi Cepat Tangga membangun Rumah Wakaf Palestina. Setelah memasuki tahap perencanaan, dijadwalkan pekan depan proses pembangunan dimulai.

1
Area yang akan menjadi pembangunan Rumah Wakaf. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Bombardir Zionis Israel, khususnya akhir Ramadan lalu, menyebabkan ribuan rumah di Gaza rusak. Berdasarkan data yang dihimpun Global Humanity Response-ACT dari otoritas Gaza, setidaknya 1.500 unit hunian rusak total, 17.000 unit rusak ringan, dan 184 gedung yang menjadi tempat tinggal warga Gaza hancur total. Hal ini pun membuat kebutuhan warga Gaza akan tempat tinggal menjadi sangat tinggi.

Padahal, sebelum serangan Israel pecah pada Mei lalu saja, GHR mencatat ada sekitar 173 ribu rumah warga Gaza yang mengalami kerusakan imbas berbagai serangan Israel yang terjadi di sana dalam bertahun-tahun. Padatnya penduduk dan tingginya angka kelahiran di Gaza juga semakin meningkatkan kebutuhan warga akan tempat tinggal.

Namun, harga tanah yang terbilang sangat mahal di Gaza, menyulitkan warganya untuk memperoleh tempat tinggal yang layak. Belum lagi ada fakta bahwa tingkat pengangguran dan kemiskinan di Gaza juga sangat tinggi. 

Untuk itu,  ACT bekerja sama dengan otoritas pemerintah setempat beriktiar membangun Rumah Wakaf untuk menampung warga Gaza yang tempat tinggalnya hancur. "Alhamdulillah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Gaza sudah memberikan izin dalam pembangun ini. Jadi Rumah Wakaf akan dibangun di atas tanah wakaf milik pemerintah," ujar Said Mukaffiy dari Tim GHR-ACT, Rabu (9/6/2021).

Pembangunan akan dilakukan di tanah seluas 5 ribu meter persegi di Jorn Al Nazalowa, Jabalia, Gaza Utara. Nantinya, bentuk bangunan terdiri dari beberapa gedung yang tiap gedung memiliki luas 317 meter persegi. Tiap gedung setidaknya memiliki 20 unit flat di dalamnya.

"Setiap satu unit, nantinya akan terdiri dari satu kamar tidur utama, satu kamar anak, satu ruang keluarga, satu kamar mandi, dan dapur serta ruang makan," jelas Said.

Said menambahkan, pekan ini, proses Rumah Wakaf tengah memasuki tahap finalisasi tender, dan diharapkan pekan depan dapat memulai proses pembangunannya. "Ini adalah buah bantuan terbaik seluruh Sahabat Dermawan. Dengan Rumah Wakaf ini, maka akan meningkatkan hidup mereka (warga Gaza), menempatkan mereka di rumah yang layak, dan juga melindungi dari kondisi kehidupan yang sulit," pungkas Said. []