Rusak Kena Puting Beliung, Musala Tanpa Atap Jadi Satu-Satunya Tempat Ibadah

Atap Musala An-Nawawie di Cirebon rusak dihantam angin puting beliung lima tahun silam. Hingga saat ini, jemaah belum mampu merenovasi dan harus rela beribadah di musala yang tanpa atap.

jemaah salat di musala tanpa atap
Jemaah saat sedang salat di musala An-Nawawie yang tidak memiliki atap. (ACTNews)

ACTNews, CIREBON – Kumandang azan zuhur tanpa pengeras suara terdengar dari depan bagunan tanpa atap di Kampung Seureuh Beureum, Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber, Cirebon, Rabu (20/4/2022). Cuaca saat itu cerah, sehingga jemaah mulai berdatangan memenuhi panggilan azan. 

Sesampainya di bangunan tersebut warga segera menggelar tikar dan karpet untuk alas salat. Setelah salat, karpet dan tikar kembali digulung. “Kalau hujan, ini (bangunan) enggak bisa dipakai dan terpaksa harus salat masing-masing di rumah,” kata salah seorang jemaah saat ditanya tim ACT Cirebon. 

Bangunan tersebut merupakan Musala An-Nawawie yang rusak akibat diterjang angin puting beliung lima tahun silam. Menurut Tawwaba dari tim ACT Cirebon, hingga saat ini jemaah musala belum mampu untuk memperbaikinya. 

“Ekonomi mereka pas-pasan. Kerja sebagai buruh tani dan kebun di ladang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sudah kesulitan. Itulah sebabnya musala belum bisa direnovasi usai diterjang bencana,” kata Tawwaba kepada ACTNews, Rabu (11/5/2022).  

Walaupun musala yang berdiri sejak tahun 2000 ini tak memiliki atap, namun jemaah sekitar tetap bersemangat beribadah di dalamnya. Bahkan kini tak hanya atap, dinding dan jendela bangunan pun sudah terlihat rusak dan mulai berlumut.
“Namanya bangunan enggak ada atapnya, setiap hari kena panas, kalau musim hujan tembok dan jendelanya kehujanan. Lama kelamaan rusak juga,” jelas Tawwaba. 

Jemaah musala An-Nawawie sedang mengikuti pengajian. (ACTNews)
Selain digunakan untuk sholat 5 waktu, Musala An-Nawawie juga dijadikan sebagai sarana anak-anak belajar ajaran Islam dan alquran. Saat cuaca cerah, aktivitas keagamaan ini selalu ramai dari pagi hingga malam. 
“Cuaca cerah membuat jemaah juga kepanasan kalau siang, kedinginan saat malam, begitu juga anak-anak yang mengaji,” ujarnya. 

Selanjutnya Tawwaba mengajak Sahabat Dermawan untuk membantu renovasi Musala An-Nawawie agar jemaah dan anak-anak yang beribadah di dalamnya nyaman, tidak kepanasan dan kehujanan. “Bantuan dapat disalurkan melalui ACT Cirebon atau Indonesia Dermawan,” pungkasnya.[]