Saat Kemarau di Sragen, Air Lebih Berharga daripada Uang dan Beras

Saking sulitnya air saat musim kemarau di Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, warga terbiasa dengan air yang tidak layak konsumsi. Air sangat berharga, hingga mereka harus mengantre untuk mendapatkan air sedari jam 2 pagi.

Seorang warga di Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, sedang memikul air bantuan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo. (ACTNews)

ACTNews, SRAGEN – Di Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, ada sebuah lapangan bola dengan satu sumur komunal di dekatnya. Warga wilayah Jenar seringkali memanfaatkan air dari sumur tersebut di kala kekeringan. Sayangnya, air sumur itu kurang layak untuk dipakai dan dikonsumsi. Hal tersebut diungkapkan oleh Muhammad Komari (44), tokoh masyarakat setempat.

“Untuk airnya saja di sumur sana itu tidak layak konsumsi sebenarnya. Kemarin kan sudah banyak yang ngebor, tapi banyune asin. Asinnya kayak mengandung karat. Mungkin zat besinya terlalu banyak di dalam airnya itu,” cerita Komari yang merupakan pengajar anak-anak mengaji di Desa Plosombo.

Air sangat berharga bagi masyarakat di Jenar. Bahkan Komari berandai-andai, jika saja pada musim kemarau masyarakat diberi pilihan ingin beras atau uang Rp50 ribu, masyarakat akan tetap memilih air bersih.

“Lebih berharga air, mas. Ya, sekarang kita melihat kegiatan masyarakat sini. Misal pulang dari sawah enggak ada air ya, bagaimana mau cuci tangan? Mau masak beras enggak ada air masak bisa matang nasinya? Begitu berharga air, sehingga dahulunya pun jam 2 pagi sudah mengantre air saat musim kemarau,” kenang Komari pada Rabu (4/11) lalu.


Antrean warga saat pendistribusian air bersih dari ACT Solo dan Gerakan Jum'at Berbagi. (ACTNews)

Kondisi ini juga dirasakan sekali oleh masyarakat di Desa Wuni, tetangga Desa Plosombo, bahkan lebih sulit karena letaknya yang berada di pinggiran. Banyak masyarakat Wuni yang pada kekeringan tahun kemarin, masih memanfaatkan air yang kurang layak pakai dari lapangan.

“Desa Wuni itu termasuk pinggiran dari Kabupaten Grobogan. Jadi intinya di sini, daerah pinggiran Sragen itu susah, di Desa Wuni itu lebih dari susah. Untuk tahun-tahun kemarin, waktu saya tidak di rumah, banyak orang-orang Wuni ngambil dari sumur di sebelah lapangan. Orang sini masih ada (air), orang sana sudah ngambil,” jelas Komari yang setahun lalu masih merantau di wilayah Cilacap.

Atas kondisi tersebut, Global Wakaf – ACT Solo bersama dengan Gerakan Jum’at Berbagi, sebuah komunitas sosial, mengirimkan air bersih sebanyak 9 ribu liter untuk warga di Kecamatan Jenar pada Sabtu (7/10) lalu. Tidak hanya itu, keduanya juga berencana membangun Sumur Wakaf bagi warga di Kecamatan Jenar, khususnya Desa Wuni.

Mengetahui rencana ini, Komari selaku warga sangat bersyukur. “Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Global Wakaf – ACT, sampai hari ini, terutama ada kawula muda yang masih peduli kepada masyarakat desa,” katanya. Ia berharap terutama kepada anak-anak muda, untuk selalu memberikan perhatiannya kepada masyarakat desa.


“Kalau di kota itu serba kecukupan, tapi kalau kita enggak turun ke desa kita enggak tahu bagaimana kehidupan di desa itu yang sebenarnya? Tanpa kita masuk ke desa, kita enggak begitu merasakan nikmat. Kalau merasakan jalan di desa itu jelek, balik ke kota pasti bersyukur, toh? ‘Oh iya, Alhamdulillah uripku nang kene. Kalau orang di desa, air saja antre’ Kalau kita enggak mensyukuri yang kecil, yang besar kita enggak mungkin kita akan nikmati. Itu harapan saya, dan kepada teman-teman yang muda-muda, semoga bisa istikamah, dalam niat untuk niat untuk saling berbagi, bersyiar,” pesan Komari.

Rencana pembangunan SUmur Wakaf kini sedang dimatangkan Global Wakaf – ACT dan Gerakan Jum’at Berbagi dalam waktu dekat. Selain asesmen, penggalangan dana juga tengah dilakukan. “Sejauh ini kita masih dalam penggalangan dana dan bantuan darurat air bersih untuk warga di Kecamatan Jenar. Insyaallah, kolaborasi kita ini dapat meringankan kesulitan mereka atas air bersih melalui pembangunan Sumur Wakaf nantinya,” ucap Ardian Sapto dari Tim Program Global Wakaf - ACT Solo.

Ardian juga mengajak para dermawan untuk berpartisipasi dalam pembangunan Sumur Wakaf di Kecamatan Jenar. “Kami berharap dukungan para dermawan dalam pembangunan Sumur Wakaf nantinya. Bantuan wakaf terbaik dapat dikirimkan melalui laman Indonesia Dermawan,” ajaknya. []