Saat Warga Lombok Menyambut Iduladha, Satu Tahun Pascagempa

Warga Lombok tetap merayakan Iduladha tahun 2019 lalu, meskipun wilayah mereka belum pulih sepenuhnya akibat gempa pada 2018. Dalam hangat kebersamaan, mereka berbahagia dalam perayaan kurban.

Saat Warga Lombok Menyambut Iduladha, Satu Tahun Pascagempa' photo
Suasana salat Iduladha di dekat ICS Gangga, Lombok Utara. (ACTNews/Rahman Ghiffari)

ACTNews, LOMBOK – Di atas tanah lapang itu, Masjid Jami An-Nur pernah berdiri kokoh. Namun pada Agustus 2018 lalu, bangunan tempat ibadah tersebut runtuh karena gempa M 7,0 yang mengguncang. Masjid di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, tersebut pada akhirnya diratakan dan menjadi tanah lapang.

Takbir berkumandang sekitar satu tahun setelahnya, tepatnya pada Selasa (11/8/2019) lalu. Bertepatan dengan momen Iduladha, warga kembali berdiri di bekas Masjid Jami An-Nur berdiri. Pasalnya, bagi mereka dahulunya masjid inilah yang cukup menampung warga dari empat dusun di Desa Gondang untuk salat Iduladha.


"Karena kalau di masjid ini dulu bisa menampung warga dari empat dusun saat salat Iduladha. Sampai keluar teras saking banyaknya. Sementara sekarang masjid masih rata dengan tanah dan belum kita bangun lagi. Kalau di tempat lain takut tidak cukup dan agak jauh juga. Jadi tanah masjid ini masih kita gunakan di salat-salat hari raya karena dapat menampung warga dari empat dusun tersebut," kata Kemar, pengurus Masjid Jami An-Nur.

Banyak dari jemaah masjid tersebut, masih menghuni Integrated Community Shelter (ICS) yang dibangun ACT di dekat wilayah masjid. Khusus di momen Iduladha 2019 kemarin, Global Qurban - ACT kembali menebarkan kebahagiaan kurban untuk warga terdampak gempa di Lombok. Sebanyak 15 ekor sapi yang merupakan amanah dari Kajian Musawarah disembelih untuk penyintas gempa yang tinggal di ICS Gondang dan warga Lombok Utara.


Pencacahan dan distribusi daging di ICS Gangga. (ACTNews/Reza Mardhani)

"Alhamdulillah, hari ini kita menyembelih 15 ekor sapi, amanah dari Kajian Musawarah melalui program Musawarah Berqurban. Nantinya 15 ekor sapi ini akan didistribusikan ke seluruh kecamatan di Lombok Utara. Warga-warga di ICS juga akan dapat dagingnya. Selain itu besok (12/8/2019) juga akan ada Syukuran Qurban. Nah, daging yang akan dimasak pada acara ini tidak termasuk dengan daging yang dibagikan. Jadi masing-masing ada yang untuk dibagikan, ada yang untuk dimasak di ICS," terang Romi Saifuddin, tahun lalu.

Rifai, salah satu penghuni ICS Gondang, bersyukur atas pendampingan ACT selama setahun terakhir. "Gempanya sudah berlalu, tapi pembangunan masih berlangsung sampai sekarang dan membangunnya itu cukup lama. Alhamdulillah, bantuan ini cukup meringankan keadaan kami yang masih tinggal di ICS ini. Jadi kami sangat berterima kasih kami atas bantuan yang diberikan ACT dan Global Qurban," tutur Rifai.


Roah, tradisi syukur di hari raya

Perayaan berlanjut pada Senin (12/8/2019) keesokan harinya. Sebagian daging-daging sapi dibagikan, sementara sebagiannya lagi diolah menjadi santapan bagi 114 kepala keluarga yang tinggal di ICS Gondang dan di sekitar Masjid Nur Solihin. Sebanyak 85 dulang atau nampan yang berisi hidangan khas kurban disajikan untuk warga setempat.

Tujuan dari acara yang biasa disebut Roah ini, tidak lain sebagai salah satu wujud untuk mensyukuri hari-hari raya yang datang. Dalam kebersamaan, warga akan berkumpul sembari menjalin silaturahmi dan mengingat bahwa mereka masih diberikan kesempatan untuk melewati hari raya ini sekali lagi bersama-sama. Kebiasaan tersebut kata Aco, warga setempat, tidak pernah terlewat, bahkan ketika gempa besar mengguncang mereka tahun lalu.

"Tahun 2018 itu kan gempanya berdekatan dengan Iduladha juga, ya kita tetap mengadakan Roah. Meskipun pada waktu itu lokasinya memang di pengungsian, dan kita juga masih trauma akan ada susulan. Tapi tetap kita adakan di sini. Awal-awal gempa, tempat ini kan masih tenda-tenda, belum dibangun ICS. Ya, sudah di tengah tenda-tenda itu saja kita makan bersama," kenang Aco.


Salah seorang warga sedang bergotong-royong membawa roah ke dalam masjid. (ACTNews/Adi Achmad)

Hari itu warga Lombok kembali bersyukur mereka masih bisa diberikan kesempatan untuk menjalani hari raya bersama. Lebih lagi kala itu Global Qurban-ACT dan Kajian Musawarah, yang terdiri dari para selebritis ibu kota, ada untuk membersamai mereka. Mereka hadir membagikan kebahagiaan agar mereka cepat pulih kembali dari bencana. Dulang-dulang siap di masjid. Macam-macam penganan dari daging sapi tersedia di depan mereka. Warga makan bersama.

Di tengah riuh ramai orang-orang yang tengah bersantap dan beberapa ibu yang antusias menyapa para selebritis, beberapa orang membawa kantong plastik. Plastik itu menyebar ke masing-masing orang yang makan. Tidak terkecuali Aco yang saat itu memberikan plastik di tangannya.

"Tradisinya memang begitu kalau Roah di Lombok. Kalau tidak habis wajib dibungkus dan dibawa pulang. Biar tidak mubazir dan bisa dimakan orang-orang di rumah," ujarnya seolah mengajarkan cara bersyukur. []


Bagikan