Safari Dakwah Edukasi Warga Solo tentang Kepedulian dan Kemanusiaan

Acara ini dilakukan di beberapa titik di Solo guna membangkitkan kepedulian masyarakat atas persoalan-persoalan kemanusiaan di dunia sekarang ini.

Suasana Safari Dakwah yang berlangsung di Masjid Agung Al Aqsha, Klaten, Jawa Tengah. (ACTNews)

ACTNews, SURAKARTA – Untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap ( ACT ) Solo menggelar acara Safari Dakwah yang mengusung tema ‘Hidup di bawah Naungan Alquran’. Acara ini diselenggarakan selama dua hari, yakni pada Sabtu (26/10) dan Ahad (27/10) lalu di Kota Solo.

Acara tersebar di enam titik yang ada di Kota Solo, di antaranya Hotel Horison Aziza, Masjid Agung Karanganyar, Masjid Siti Aisyah Manahan, Masjid  Miftahul Jannnah Klodran, Masjid Nurul Huda UNS, dan Masjid Agung Al-Aqsha Klaten. Dalam acara ini, ACT berkolaborasi dengan Ustaz Amir Faishol Fath selaku pendiri Yayasan Fath Qur’ani Center, sebagai stimulus agar semangat masyarakat semakin besar.

“Dalam membangkitkan kepedulian seseorang guna membantu menyelesaikan persoalan di dalam negeri ini, kami merasa membutuhkan mediasi atau stimulus. Untuk itu kami mengundang Ustaz Amir Faishol sebagai pembangkit semangat masyarakat,” kata Septi Endrasmoro selaku Kepala Cabang ACT Solo.

Dengan adanya Safari Dakwah, ACT sangat berharap edukasi yang mereka bagikan soal kepedulian dan kemanusiaan bisa sampai kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat ke depannya bisa berkontribusi langsung untuk kemanusiaan baik itu di dalam maupun luar negeri.


Salah satu sesi silaturahmi dalam acara safari dakwah. (ACTNews/Riko)

Selain edukasi soal kepedulian dan kemanusiaan, dalam acara tersebut ACT juga menggelar penggalangan donasi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Terutama untuk program yang baru saja diluncurkan bagi para santri, yakni Beras untuk Santri Indonesia.

“Tujuan lain program yang kami kemas dengan acara Safari Dakwah ini yaitu untuk menghimpun kedermawaan. Hasil donasi yang terkumpul akan ACT implementasikan untuk program-program kemanusiaan seperti Beras Untuk Santri Indonesia (BERISI) serta program kemanusiaan lainnya,” kata Septi.

Dalam kesempatan itu, Septi juga berharap bahwa pesantren yang dekat dengan Alquran dan rutinitas keagamaan mampu membangkitkan semangat santri dalam menuntut ilmu agama. Santri-santri juga ke depannya diharapkan dapat belajar tanpa merasa kekurangan di pesantren, khususnya dari segi pangan.

Septi menegaskan ACT akan terus hadir untuk masyarakat. Hal ini mengingat fokus ACT bukan hanya pada bencana belaka, tetapi untuk memberikan bantuan kemanusiaan dalam bentuk apapun di masyarakat.

“ACT tidak hanya berfokus pada program Tanggap Darurat kebencanaan, akan tetapi persoalan kemanusiaan apapun yang memang demi perubahan sosial yang baik. Kami akan berusaha untuk terus ada. Teruma di wilayah eks-Karesidenan Surakarta,” pungkas Septi. []