Sahabat Dai Indonesia, Kuatkan Perjuangan Guru Mengaji di Tanah Datar

Yusma Ariza, guru mengaji di Tanah Datar mendapat upah Rp200 ribu per bulan. Untuk menambah pemasukannya, Yusma mencari kayu bakar dan menjadi buruh di ladang.

yusma ariza
Yusma saat sedang mencari kayu bakar. (ACTNews)

ACTNews, TANAH DATAR – Yusma Ariza merupakan guru mengaji di Rumah Tahfiz Baitul Izza, Bungo Tanjuang. Setiap hari, Yusma harus berjalan kaki menempuh jarak 2,5 kilometer untuk mengajar.

“Sudah biasa jalan (kaki). Bersemangat, karena anak-anak pergi mengaji juga bersemangat. Mereka (anak-anak) sudah merelakan waktu bermain untuk belajar Al-Qur’an,” kata Yusma kepada tim ACT Bukittinggi, Senin (20/9/2021). 

Dari kegiatannya menjadi guru mengaji, Yusma diberi upah Rp200 ribu per bulan. Untuk kebutuhan keluarga sehari-hari, Yusma membantu sang suami yang bekerja menjadi buruh di ladang. Sehari suami Yusma dibayar Rp60 ribu.

“Kalau ada tetangga yang minta tolong bantuin di ladang, maka ada pemasukan. Jika tidak ada, saya mencari kayu bakar untuk dijual atau digunakan sendiri,” jelasnya. 

Saat tidak ke ladang, Yusma Ariza keluar masuk hutan bukit Aua Sarumpun di Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanah Datar, untuk mencari kayu bakar. Hal ini ia lakukan untuk membantu suami mencari nafkah. 

Atas dedikasi dan perjuangan Yusma, melalui program Sahabat Dai Indonesia, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup, Senin (20/9/2021). Atas bantuan dari para dermawan, Yusma mengucapkan terima kasih dan berharap apa yang telah diberikan menjadi jalan mendapat kebaikan dari-Nya.[]