Sahabat Guru Indonesia di Kalsel Termotivasi untuk Majukan Pendidikan Siswanya

Sejumlah guru honorer di Kabupaten Banjar mendapatkan apresiasi berupa bantuan biaya hidup dari Global Zakat-ACT. Kasmiati dan Abdul merasa termotivasi untuk memajukan pendidikan murid-murid mereka.

Sahabat Guru Indonesia di Kalsel Termotivasi untuk Majukan Pendidikan Siswanya' photo
Delapan guru honorer di Pesantren Nurul Hidayah, Desa Lok Baintan, Kabupaten Banjar, kalimantan Selatan menerima beaguru dari Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap, Rabu (12/2). (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BANJAR – Global Zakat–ACT Kalimantan Selatan kembali memberi apresiasi kepada guru prasejahtera yang ada di Kalimantan Selatan, Rabu (12/2). Apresiasi ini merupakan kelanjutan dari program Sahabat Guru Indonesia yang diluncurkan pada 25 November 2019 lalu.

Kasmiati (46), salah satu guru yang menerima bantuan biaya hidup, mengucapkan terima kasih kepada Global Zakat - ACT yang telah memberikan perhatian. Ia merasa termotivasi untuk mendidik siswa-siswanya lebih baik. “Semoga menjadi berkah bagi kita semua. Mudah-mudahan bantuan ini menjadi pemacu semangat dan motivasi kami dalam mengajar serta menjadi berkah dan ladang amal bagi kita semua,” ujarnya.

Abdul Khair (32) berharap bantuan ini bisa berjalan setiap bulan. Ia berterima kasih karena ada para dermawan yang ternyata memerhatikan kesejahteraan para guru. Bantuan tersebut menyemangati Abdul untuk terus memajukan pendidikan murid-muridnya. “Mengajar itu sesuatu yang sudah menjadi bagian dari hidup saya,” tuturnya.

Ada delapan guru prasejahtera di Pesantren Nurul Hidayah, Desa Lok Baintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yang mendapatkan bantuan biaya hidup pada Februari ini. Serah terima beaguru dilakukan langsung di Pesantren Nurul Hidayah. 

M. Budi Rahman dari Tim Program Global Zakat - ACT Kalimantan Selatan berharap, guru-guru dapat menularkan semangat kebaikan kepada anak-anak didiknya. “Kami ingin aksi kebaikan ini tidak berhenti sampai di sini, kami berharap kebaikan ini dapat menyebar ke semua orang. Terutama dari para guru ke anak didik,” jelasnya.[]


Bagikan