Sahabat Guru Indonesia Kembali Sapa Pendidik di Tasikmalaya

Setelah menyerahkan biaya hidup bagi 52 guru pada Januari lalu, kini Global Zakat - ACT Tasikmalaya kembali memberikan biaya hidup kepada 21 guru prasejahtera. Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi dari ACT untuk guru yang telah mengabdikan dirinya untuk pendidikan Indonesia.

Sahabat Guru Indonesia Kembali Sapa Pendidik di Tasikmalaya' photo
Para guru prasejahtera di Tasikmalaya kembali mendapatkan biaya hidup dari ACT. Serah terima ini berlangsung di kantor ACT Tasikmalaya. (ACTNews)

ACTNews, TASIKMALAYA Global Zakat - Tasikmalaya kembali memberikan apresiasi kepada guru honorer yang ada di Tasikmalaya, Kamis (6/2). Apresiasi ini merupakan kelanjutan dari program Sahabat Guru Indonesia yang ACT luncurkan pada 25 November 2019 lalu. Ada 21 guru prasejahtera di Tasikmalaya yang mendapatkan bantuan biaya hidup pada Februari ini.

Serah terima bantuan biaya hidup dilaksanakan di kantor cabang ACT Tasikmalaya. Selain menyerahkan bantuan, Global Zakat - ACT juga memberikan edukasi terkait dunia kemanusiaan agar para guru dapat peduli dan mengajak murid-muridnya melakukan hal baik untuk sesama.

M. Fauzi Ridwan dari Tim Program Global Zakat - ACT Tasikmalaya berharap, guru-guru dapat menularkan semangat kebaikan ke semua orang, khususnya anak didiknya. “Dengan kata lain kami ingin aksi kebaikan ini dapat menyebar ke semua orang,” jelasnya, Kamis (6/2).

Ucu Entik, guru yang mendapat bantuan biaya hidup, mengatakan dirinya telah mengabdi sebagai tenaga pengajar sejak 1993. Tempat mengajarnya di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Al Hidayah menggajinya Rp50 ribu per bulan. Walau begitu, Ucu tetap semangat mengajar karena cita-citanya ingin anak didiknya dapat lebih baik secara wawasan dan pengetahuan. “Waktu tahun 1993 itu digaji pas kenaikan kelas saja, tapi sekarang bisa per bulan digajinya,” katanya.

Dengan penghasilan itu, Ucu harus membiayai dua orang anaknya sendirian. Ia tak pernah merasa kurang, Ucu selalu bersyukur atas gaji yang diterimanya. “Saya sudah bisa mengajar anak-anak saja sudah senang,” imbuhnya.

Program Sahabat Guru Indonesia senantiasa menjangkau guru-guru prasejahtera di Indonesia. Di Tasikmalaya sendiri, bantuan beaguru telah menjangkau 196 guru prasejahtera hingga kini.[]

Bagikan