Sahabat Guru Indonesia Sapa Asbi, Pejuang Pendidikan dari Karimun

Sebagai wujud kepedulian terhadap nasib guru honorer di Indonesia, Tim Global Zakat-ACT Kepulauan Riau menyalurkan paket pangan berisi kebutuhan bahan pokok melalui program Sahabat Guru Indonesia kepada Asbi, salah seorang tenaga pendidik di Kabupaten Karimun.

Asbi mengatakan di masa pandemi yang sedang memburuk ini, guru honorer seperti dirinya turut mengalami kesulitan. (ACTNews)

ACTNews, KARIMUN – Data menyebut bahwa persentase jumlah guru honorer di Indonesia sudah mencapai 1,53 juta orang. Nasib guru honorer ini pun dihadapkan pada kebutuhan ekonomi yang mendesak dan gaji yang seadanya.

Kini nasib pahlawan tanpa tanda jasa semakin terpuruk. Para guru honorer ini tengah terhimpit kebutuhan ekonomi yang sulit diprediksi kapan bisa tercukupi. Terlebih pagebluk Covid-19 yang tak kunjung berakhir, membuat mereka semakin terbatas dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Hal ini pula yang dialami Asbi, salah seorang guru honorer di SD 003 Meral Kampung Baru, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Pria yang telah mengabdi selama lima tahun sebagai Guru Honorer Pendidikan Agama Islam ini mengaku kesulitan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

“Sekarang kondisinya sulit karena pandemi semakin buruk. Kegiatan belajar mengajar masih dilakukan di rumah, jadinya kegiatan saya terbatas. Apalagi kebutuhan sehari-hari harus dipenuhi,” ungkap Asbi, pada Sabtu (17/7).

Untuk membantu perjuangan Asbi saat ini,  Tim Global Zakat-ACT Kepulauan Riau memberikan bantuan paket pangan dalam program Sahabat Guru Indonesia. Senyum kebahagiaan tampak dalam raut wajah Asbi, saat tim memberikan bantuan.

“Alhamdulillah, terima kasih Global Zakat-ACT dan para donatur atas perhatiannya kepada kami guru honorer. Semoga Allah SWT membalasnya dengan kebaikan, keberkahan dan kesehatan,” tutur Asbi. []