Sahabat UMI Jangkau 3.000 Lebih Pelaku Usaha Ultra Mikro

Sejak 28 Mei hingg 26 Juni lalu, program Sahabat Usaha Mikro Indonesia telah menjangkau 3.372 penerima manfaat. Bantuan berupa sedekah modal usaha ini hadir untuk para perempuan pelaku usaha ultra mikro yang menjadi tumpuan bagi keluarganya.

Sahabat UMI Jangkau 3.000 Lebih Pelaku Usaha Ultra Mikro' photo
Reni, salah satu penerima manfaat Sahabat UMI, berdiri di depan dagangannya, Kamis (28/5). Selama pandemi berlangsung, ia bertahan hidup dengan menjajakan masakan matang dari rumahnya. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA – Pemerintah saat ini sedang berusaha menyelamatkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terkena pukulan keras pandemi. Dilansir dari Republika, sekitar 50 persen pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diperkirakan gulung tikar, akibat pandemi Covid-19. Penyelamatan mesti dilakukan agar bisa menekan bertambahnya jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan. 

"Setidaknya dari 40 survei memperkirakan separuh UMKM tidak akan mampu survive. Pemerintah berusaha membangkitkan UMKM dengan berbagai cara karena di sana ada 60 juta pengusaha UMKM, belum lagi jumlah tenaga kerjanya," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melalui siaran pers pada Ahad (28/6) lalu kepada Republika. 

Salah satu langkah pemerintah adalah mendorong adanya bantuan sosial untuk UMKM. Terutama bagi usaha ultra mikro yang tidak mendapatkan bantuan relaksasi secara langsung oleh pemerintah karena tidak terdaftar, maka Teten menyebut pelaku usaha ultra mikro itu bisa dibantu melalui bantuan sosial. Supaya bisa memperkuat atau mempertahankan daya beli di masyarakat.

“Sebagian besar yang di ultra mikro karena demand-nya sudah menurun, maka mereka sudah tidak punya usaha. Ini kita akan kelompokan mereka dalam kelompok miskin baru dan kita dorong ke program bansos,” kata Teten dikutip dari wawancaranya dengan Liputan6 pada  Mei lalu.

Langkah ini juga yang tengah ditempuh oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam mendorong laju usaha mikro dan ultra mikro. Melalui program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (Sahabat UMI) sejak 28 Mei lalu, tercatat ada 3.372 keluarga penggerak usaha ultra mikro yang mendapatkan sedekah modal usaha.

“Catatan dari kami sejak 28 Mei hingga 26 Juni 2020, sudah ada 3.372 penerima manfaat program Sahabat UMI yang terberdayakan melalui program ini. Jumlah akan terus bertambah seiring program yang terus berjalan,” ujar Wahyu Nur Alim selaku Koordinator Program Sahabat UMI pada Senin (29/6) ini.

Para umi yang mayoritas tulang punggung keluarga ini, berasal di 216 kabupaten dan kota yang tersebar di Indonesia. Ribuan relawan yang tersebar di daerah-daerah, telah menjangkau 1.596 desa dan kelurahan tempat penerima manfaat yang saat ini menggerakkan roda kehidupannya.


Esti Setiasih, salah satu penerima manfaat Sahabat UMI bersama Haykal Kamil yang ikut menyampaikan amanah dermawan kepadanya pada Jumat (5/6) lalu. (ACTNews/Gina Mardani)

“Tercatat hampir Rp1,7 milar amanah dari para dermawan sekalian telah kami berikan untuk para umi agar terus mampu menjalankan usahanya walapun saat ini pandemi jadi tantangannya. Penerima manfaat kita utamakan adalah perempuan yang berasal dari keluarga prasejahtera pelaku usaha skala rumahan atau pedagang keliling,” jelas Wahyu.

Salah satunya Esti Setiasih, penerima manfaat yang saat ini menumpu kebutuhan keluarganya melalui usaha warung kelontong. Sebagai orang tua tunggal yang mengasuh kedua anak berkebutuhan khusus, Esti harus mengantarkan anak-anaknya terapi secara. Ia juga harus mondar-mandir meminta surat rujukan ke rumah sakit tertentu karena berobat menggunakan asuransi kesehatan dari negara.


“Saya tidak ada pekerjaan lain. Bisanya pun sambal berjualan (warung) begini karena anak-anak butuh perhatian penuh. Memang sih, inginnya punya warung sendiri,” ungkap Esti. Hari itu ia pun amat bersyukur, salah satu doanya terkabul. Kehadiran tim ACT Tangerang Raya dan Haykal Kamil menjadi jalan Esti membuka usaha.

“Menurut saya, program Sahabat UMI program yang bagus dan perlu di-support. Melalui program ini kita mendukung ibu rumah tangga yang berperan ganda sebagai kepala keluarga. Tanggung jawab kita sesama muslim, sesama manusia, untuk membantu sesama,” ungkap Haykal. Ia pun mengajak Sahabat Dermawan untuk bersama-sama membantu para ibu melalui program Sahabat UMI.

Wahyu mengajak para dermawan untuk terus membersamai para umi yang menggawangi usaha ultra mikro ini untuk meringankan perjuangan mereka menafkahi keluarganya. “Program Sahabat UMI hingga saat ini terus berjalan, oleh karenanya kami juga berharap dukungan dari para dermawan agar semakin luas dampak yang dapat ditopang oleh Sahabat UMI dan dapat membantu juga secara lebih jauh dapat menggerakkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya. []


Bagikan