Sahut: Beaguru, Rezeki Tak Terduga di Bulan Ramadan

Pejuang pendidikan di Maluku selama Covid-19 ini pun terdampak. Selain rendahnya gaji, mereka juga kini harus menanggung tugas untuk mengajar murid yang mungkin tak semuanya mempunyai fasilitas daring. Dukungan pun diberikan kepada para guru prasejahtera tersebut berupa bantuan biaya hidup.

Salah satu guru di Maluku yang mendapatkan biaya hidup dari Global Zakat - ACT. (ACTNews)

ACTNews, AMBON Di tengah mewabahnya Covid-19, Global Zakat - ACT Maluku terus menjangkau para guru prasejahtera yang terdampak pandemi ini. Melalui program Sahabat Guru Indonesia, sejumlah 20 guru honorer di Ambon menerima bantuan beaguru atau biaya hidup, Kamis (30/4).

Mereka merupakan guru yang mengabdikan dirinya di Yayasan Al-Madinah serta TK Al Hikmah, Kota Ambon. Sahut Moni, guru agama Islam di Al-Madinah merupakan salah satunya. Ia mengatakan, gajinya sebagai guru yakni Rp300 ribu per bulan, itu pun harus dirapel per tiga atau enam bulan. Akan tetapi, gaji tak pernah menjadi masalahnya. Sahut tulus mendidik anak-anak di kampung halaman sendiri.

Di Ramadan tahun ini Sahut juga merasakan hal yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Hadirnya wabah membuat segalanya berubah, termasuk kegiatannya sebagai pengajar. Untuk memenuhi perekonomian dari pekerjaan tambahan pun sulit karena anjuran untuk beraktivitas di rumah saja. Namun, biaya hidup dari program Sahabat Guru Indonesia bisa menopang kehidupannya dan keluarga untuk beberapa hari ke depan.

“Biaya hidup ini sangat membantu. Seakan rezeki yang tak terduka di bulan Ramadan,” ungkapnya, Kamis (30/4).

Selain Sahut, ada 19 guru lain yang tersenyum bahagia setelah mendapatkan biaya hidup ini. Kepala Cabang Global Zakat - ACT Maluku Wahab Loilatu mengatakan, beaguru diberikan untuk menunjang kebutuhan harian para guru prasejahtera. Pasalnya, profesi guru juga tak lekang dari dampak. “Banyak guru yang harus mengajar dari rumah, mereka harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli fasilitas internet, sedangkan gaji mereka tetap kecil,” ungkap Wahab.

Selain di Maluku, ACT juga terus mendistribusikan bantuan khusus guru ini ke berbagai daerah, terlebih di saat ada wabah Covid-19. Dari data yang ACTNews kumpulkan, program Sahabat Guru Indonesia telah menjangkau guru-guru di 596 sekolah yang ada di 30 provinsi. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan terus berlanjutnya implementasi.[]