Sajian Humanity Food Truck Dampingi Pemulihan Sulbar

Lebih dari sepekan Humanity Food Truck menjalankan misi kemanusiaan di Sulawesi Barat. Aksi kebaikan ini bakal terus berlanjut untuk mendampingi penyintas gempa Sulbar bangkit lagi seperti semula.

Pengungsi anak di lapangan Bawaslu Mamuju sedang membawa paket makanan dari Humanity Food Truck. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, MAMUJU – Suara kompor gas bertekanan tinggi, pisau yang beradu dengan talenan, aroma masakan yang semerbak, hingga keriuhan relawan seakan sudah menjadi teman bagi siapa pun yang berada di sekitar Posko Induk Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Mamuju, Sulawesi Barat. Keramaian tersebut berasal dari relawan Humanity Food Truck yang dalam sehari bisa melakukan aksi dua sampai tiga kali masak untuk menghidangkan makanan siap santap bagi penyintas bencana dan relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) yang bertugas di Sulbar. Hidangan terbaik dalam jumlah besar kemudian lahir dari truk berdapur ini.

Dalam sepekan menggelar aksi, ribuan porsi makanan siap santap telah tersaji dari Humanity Food Truck. Makanannya pun telah dinikmati oleh para penyintas gempa di berbagai titik di Mamuju. Menggunakan armada mobil dobel kabin, masakan Humanity Food Truck didistribusikan, hal tersebut karena tidak mungkin membawa Humanity Food Truck ke lokasi titik pengungsian mengingat bobot dan ukuran truk yang besar karena memuat berbagai peralatan dapur lengkap.

“Titik pengungsian di Sulbar tersebar di berbagai titik yang agak sulit dijangkau langsung oleh Humanity Food Truck. Tapi kami tetap ingin siapa pun bisa menikmati olahan terbaik para koki dari truk berdapur ini. Jadi setelah makanan matang dan dikemas, segera didistribusikan ke berbagai titik menggunakan kendaraan yang lebih kecil,” jelas Intishor Jundi, Koordinator Aksi Humanity Food Truck di Mamuju, Sabtu (30/1/2021).

Keberadaan Humanity Food Truck di Sulawesi Barat sendiri, tambah Jundi, direncanakan dalam jangka waktu satu bulan, bahkan lebih. Hal ini bertujuan agar, di masa pemulihan yang menjadi titik awal kebangkitan dan mulai berkurangnya bantuan, para penyintas masih bisa mendapatkan layanan makan gratis dengan kualitas rasa dan gizi. Truk berdapur ini pun dalam waktu dekat akan berpindah tempat ke wilayah Majene agar proses pendistribusian makanan siap santap bisa merata dengan baik.

Meski di tempat bencana, Humanity Food Truck bertekad tetap memberikan hidangan terbaik bagi para penyintas dan relawan MRI yang bertugas di Sulbar. Walau begitu, tim koki mengaku tetap merasakan kendala, khususnya untuk kebutuhan bumbu, karena masih terbatasnya bahan-bahan dapur pascagempa. Apalagi, pedagang di pasar belum semuanya membuka dagangan.

“Ada beberapa olahan yang bahannya enggak ada di sini, jadi tim koki mengganti dengan bahan lain yang tersedia tanpa mengurangi kelezatan dan gizi dari makanan yang tersaji,” tambah Jundi.[]