Sajian Iftar dari Sahabat Dermawan Hilangkan Lapar Pengungsi Anak Rohingya

Berdasarkan laporan yang diterima Tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap, terdapat ratusan ribu kasus kerawanan pangan darurat yang menimpa para pengungsi Rohingya di sana. Hal tersebut pun menjadi salah satu faktor penyebab anak-anak Rohingya bertubuh kecil dan kurus.

Sajian iftar untuk pengungsi Rohingya
Salah satu anak pengungsi Rohingya di Bangladesh terima bantuan iftar dari ACT. (ACTNews)

ACTNews, COX’S BAZAR – Tangan-tangan kecil dan kurus itu amat erat menggenggam kotak makanan yang didistribusikan menjelang waktu berbuka puasa, Senin (3/5/2021). Mereka adalah pengungsi anak-anak Rohingya di kamp Kutupalong, Cox’s Bazar, bangladesh.

Berdasarkan laporan yang diterima Tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap, terdapat ratusan ribu kasus kerawanan pangan darurat yang menimpa para pengungsi Rohingya di sana. Hal tersebut pun menjadi salah satu faktor penyebab anak-anak Rohingya bertubuh kecil dan kurus.

"Para pengungsi bukannya tidak mau berusaha untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Namun, memang tidak ada lapangan pekerjaan di Cox's Bazar. Bahkan untuk pekerjaan serabutan pun tidak ada," ujar Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap.

Selain memberikan bantuan hidangan iftar tersebut langsung ke hunian pengungsi, bantuan juga diberikan dengan dikumpulkan di madrasah-madrasah sejumlah kamp, seperti Kutupalong, Balukhali, dan Taingkhali. Bantuan ini, ditargetkan Firdaus akan terus diberikan, setidaknya hingga hari raya idulfitri tiba.