Sajian Makan Siang dan Harapan yang Lebih Baik Seusai Pelonggaran PPKM

Humanity Food Bus menjelang akhir September ini menggelar aksi di Terminal Nus Kayuringin, Bekasi Selatan. Bus berdapur ini menghadirkan hidangan siap santap untuk warga dan pekerja harian yang kini tengah memiliki harapan untuk kembali normal keadaannya setelah melonggarnya pengetatan aktivitas.

act bekasi
Pekerja harian di Bekasi saat menarima hidangan siap santap dari Humanity Food Bus. (ACTNews)

ACTNews, BEKASI Langkahnya tiba-tiba berbelok arah menuju Terminal Bus Kayuringin, Bekasi Selatan. Sambil menggendong alat musik siter, Pak Dar (56) biasa disapa, mendekati armada terbaru Aksi Cepat Tanggap (ACT), Humanity Food Bus. Hari itu, Kamis (23/9/2021), bus berdapur tersebut tengah menggelar aksi di Kayuringin.

Bukan tanpa alasan Pak Dar menghampiri Humanity Food Bus, ia menerima sajian makanan siap santap siang itu. Pak Dar mengaku kehadiran Humanity Food Truck sangatlah bermanfaat. Di tengah perjuangannya memulihkan ekonomi, pria yang berprofesi sebagai pengamen tersebut bisa sedikit menghemat pengeluaran untuk makan siang.

“Alhamdulillah terima kasih, daripada jajan jadi duitnya bisa disimpan. Semoga yang kasih (makanan) ini sehat, panjang umur, mudah reezeki, ” doanya.

Di tengah rasa syukurnya mendapatkan sajian siap santap dari dermawan lewat Humanity Food Bus, Pak Dar juga memiliki harapan besar untuk memperbaiki kondisi ekonominya sendiri, apalagi setelah adanya pelonggaran PPKM di Bekasi. Dengan begitu, ia bisa kembali lagi menjalankan profesinya sebagai pemain siter di rumah-rumah makan di Bekasi Selatan dan mampu menghidupi keluarganya.

Pak Dar (kiri), seorang pamain siter yang juga menerima hidangan dari Humanity Food Bus. (ACTNews)

“Memang selama pandemi pusing saya, rumah makan pada tutup. Kalau tutup saya enggak bisa kerja. Hanya bisa sabar dan jujur. Tapi sekarang alhamdulillah bisa mulai kerja lagi dikit-dikit nyambung hidup,” ujar ayah dua anak ini.

Pak Dar sendiri sudah 10 tahun menjadi pamain siter di tempat-tempat makan. Sebelum di Bekasi, ia lebih sering ditemui memetik siter dan menghibur tamu di daerah Blok M, Jakarta Selatan. Dari tahun ke tahun ia lewati, tapi pandemi ini yang baginya amat berat karena membawa pengaruh besar pada hidupnya.[]