Sambut Idul Adha, Humanity Food Truck Tebar Kebahagiaan Kurban Hingga Blora

Sambut Idul Adha, Humanity Food Truck Tebar Kebahagiaan Kurban Hingga Blora

ACTNews, BLORA - Masih ingatkah kita pada Humanity Food Truck? Sosok truk besar berhias mural dengan perpaduan warna hijau, putih, dan oranye bertuliskan “Layanan Makan Gratis”. Wajahnya sempat terpampang hampir di seluruh pemberitaan televisi dan jaga media maya pada bulan Juni silam. Kemana pun ia berjalan, badannya yang bongsor selalu menjadi daya tarik bagi yang melihatnya.

Ramadan lalu, Humanity Food Truck berkeliling Jakarta, Bandung, Karawang, hingga Pelabuhan Merak. Sebulan penuh lamanya, dapur berjalan ini memberikan sajian berbuka puasa bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah urban.

Setelah memulihkan kondisinya sejak terakhir dinas pada Juli lalu, Humanity Food Truck ACT kembali menginjakkan rodanya di aspal jalan raya. Bumper depannya kini sudah diperbarui, daya listrik semakin ditambah kekuatannya, serta peralatan masak profesional telah kembali sempurna.

Kamis dini hari (31/8), truk bongsor itu siap melaju menembus kegelapan jalan raya. Menuju hari raya Idul Adha, ada sebuah tantangan besar yang harus dilampaui Humanity Food Truck. Selama ini, jangkauan dapur berjalan ini hanya seputaran wilayah Jabodetabek. Namun, kali ini ia harus melewati jalan panjang penuh sejarah di utara Pulau Jawa: Jalur Pantura.

Bergerak dengan semangat “Qurban Bahagiakan Semua”, Humanity Food Truck keluar dari garasi besarnya di daerah Sentul Bogor. Cepu menjadi tujuan perjalanan dini hari itu. Kecamatan yang masih dalam wilayah administrasi Kabupaten Blora ini terletak di ujung timur Jawa Tengah, tepat di sisi sungai Bengawan Solo berada.

Mengapa Cepu? Ada hal spesial yang nantinya akan truk ini lakukan di wilayah tersebut.

Perjalanan darat 18 jam menuju Cepu

Dua puluh empat jam jelang takbir Idul Adha bergema, tim ACTNews berkesempatan menikmati panjangnya perjalanan Jakarta-Cepu dalam kabin modifikasi truk fuso. Jangan pernah bayangkan tidur di truk fuso yang kerap membawa krikil batu dan kayu. Humanity Food Truck ini telah mengganti rupa fuso sedemikian rupa sehingga memberikan kesan ‘manusiawi’ bagi siapapun yang hinggap di kabinnya.

Mubarok, seorang relawan ACT yang selama ini bertugas mengawal beroperasinya Humanity Food Truck pada Ramadan lalu, berkisah tentang pengalaman unik yang ia alami.

“Ini datang saja sudah bikin senang. Ibu-ibu biasanya penasaran, mau masuk ke dapurnya, mau masuk ke kabinnya.” tutur Mubarok dengan gelak tawa.

Ada banyak cerita yang terus mengiringi perjalanan 604 km ini. Senyum gembira anak-anak sekolah selalu menyapa Humanity Food Truck. Remaja-remaja tanggung berswafoto ria di depan truk sembari berkendara.

Dua belas jam melaju, Humanity Food Truck tiba di Kabupaten Blora. Laju kendaraan mulai menurun ketika memasuki wilayah Lumbung Ternak Masyarakat (LTM) Blora. Area peternakan inilah yang menjadi tujuan utama kami, sebuah pilot project Aksi Cepat Tanggap.

Seratus meter tak jauh dari LTM Blora, seorang ibu tertegun melihat kehadiran truk bongsor ini. Dengan suara lantang, ibu itu bertanya, ”Robot opo iki, Robot opo iki?

Hanya tinggal beberapa jam, Idul Adha akan tiba. Semarak dan takbir menyambut Hari Raya Kurban ini mulai terdengar seantero Blora. Sungguh tidak sabar menanti senyum warga prasejahtera Blora ketika dapur berjalan ini hadir di tengah-tengah mereka.

Insya Allah, di Hari Raya Kurban, Si Robot Besar siap membagikan potongan kambing guling besar untuk mereka yang selama ini mungkin jarang menikmatinya. []

Tag

Belum ada tag sama sekali