Sambut Idulfitri, Penuhi Kebutuhan Lebaran Pengungsi Internal Yaman

Untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan saja sulit, lantas bagaimana mereka bisa merayakan Idulfitri?

Sambut Idulfitri, Penuhi Kebutuhan Lebaran Pengungsi Internal Yaman' photo

ACTNews, SANA’A - Bagi pengungsi internal Yaman yang terkungkung perang, selama satu bulan penuh mereka harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan Ramadan. Barang pokok sukar didapat, belum lagi kondisi ekonomi yang makin melemah membuat mereka tak memiliki kemampuan untuk membeli. Alhasil, mereka harus mengelilingi kota, mengunjungi satu per satu pasar untuk mengemis agar diberi barang pokok, demi santapan sahur dan berbuka puasa.


Bagi pengungsi internal Yaman di Kota Sana'a juga, sudah terhitung empat tahun mereka tidak bisa menjalani bulan suci Ramadan di kediaman asal mereka. Kini, kebanyakan tidak memiliki rumah yang tetap di Kota Sana'a, ada yang tinggal di tenda pengungsian, ada juga yang menempati rumah bekas atau bangunan tua. Fakta itu membuktikan bahwa kondisi Yaman hingga sekarang belum juga membaik.  


Untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan saja sulit, lantas bagaimana mereka bisa merayakan Idulfitri?


Satu hari sebelum Lebaran, Selasa (4/6), Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun berupaya untuk bertemu dengan para pengungsi internal di Kota Sana'a. Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT mengungkapkan, untuk para pengungsi internal Yaman di Kota Sana'a, ada ratusan bantuan pangan yang dibawa sebagai bingkisan Lebaran.




Dimulai pada siang hari, distribusi bingkisan Lebaran berlangsung di sebuah lapangan yang luasnya cukup besar. Sekiranya ratusan pengungsi internal Yaman berkumpul untuk memperoleh bantuan pangan, amanah dari dermawan Indonesia. Menurut Faradiba, sudah kesekian kalinya bantuan pangan diberikan untuk Yaman, dan kala itu dalam rangka memenuhi kebutuhan Lebaran para pengungsi internal Yaman di Kota Sana'a.


"Alhamdulillah, kami sudah memberikan bantuan pangan sebagai bingkisan Lebaran kepada 200 keluarga pengungsi internal di Kota Sana'a. Semoga apa yang diberikan atas amanah masyarakat Indonesia dapat memenuhi kebutuhan Lebaran mereka. Sehingga, kebahagiaan Idulfitri juga dirasakan oleh mereka, meski di pengungsian, meski dalam keterbatasan," terang Faradiba. []

Bagikan