Sambut Ramadan, Jufri Antusias Naikkan Produksi Dagangan

Demi memastikan kehalalan makanan yang dikonsumsi keluarga, Jufri rela menggeluti beragam pekerjaan halal. Mulai dari kuli bangunan, buruh pabrik, hingga berjualan es pernah ia lakoni. Saat Ramadan, ia ingin meningkatkan jumlah produksi dagangannya.

Jufri saat sedang berjualan es air tebu, Sabtu (13/3/2021)
Jufri saat sedang berjualan es air tebu, Sabtu (13/3/2021). Berjualan es air tebu merupakan ikhtiar Jufri menyediakan nafkah halal bagi keluarganya.

ACTNews, LHOKSEUMAWE — Berikanlah makanan dan minuman yang halal bagi keluargamu, sehingga mereka terbebas dari api neraka. Begitulah prinsip Jufri (49) dalam mencari nafkah untuk keluarganya. 

“Makanan yang dimakan istri dan anak-anak saya dibeli dari uang hasil kerja saya, dan saya harus memastikan uang itu halal sehingga makanan yang mereka makan halal,” kata bapak tiga anak ini, Sabtu (13/3/2021).

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Jufri telah melakukan banyak pekerjaan mulai dari menjadi kuli bangunan, buruh pabrik, dan kini berjualan es air tebu.  Saat ini, berjualan es air tebu sedang ia geluti. Menurut Jufri, saat ini es air tebu tengah diminati masyarakat Lhokseumawe. 

Jufri berjualan di jalan Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Dalam berjualan es air tebu, ia mengandalkan cuaca. “Kalau cuaca terik itu sangat beruntung karena jualannya laku. Tapi kalau cuaca dingin, hujan atau mendung kadang jualan tidak laku,” katanya.  

Jufri mematok harga per satu plastik es air tebu Rp 3000. Belakangan, cukup banyak pelanggannya yang komplain terkait kemasan. Jufri sempat terpikir untuk membeli mesin pres kemasan. Sehingga pelanggan menikmati minuman dengan lebih nyaman tanpa takut tumpah. 

“Kadang ada pelanggan yang protes kalau sering tumpah ketika diminum, itu yang membuat saya berpikir untuk membeli mesin pres. Tapi terkendala dengan modal,” ujar Jufri. 

Sebelum pandemi Covid-19, omzet Jufri dalam sehari rata-rata sekitar Rp 300-500 ribu. Namun, sejak pemerintah menerapkan pembatasan fisik, penghasilan beliau turun drastis. Dalam satu hari, omzet yang ia terima kurang dari Rp 150 ribu.

Jufri punya keinginan meningkatkan kapasitas jualan es air terbu di bulan Ramadan. Ia mengharap bantuan modal usaha dari Global Wakaf-ACT sehingga bisa menambah penghasilan dan bisa mendongkrak ekonomi keluarga.[]