Sambutan Hangat Warga yang Jarang Menikmati Daging Kurban

Tahun ini, Global Qurban-ACT mendistribusikan daging kurbannya hingga ke berbagai penjuru negeri. Salah satunya di wilayah Bintan yang posisinya berada di tepian negeri.

Distribusi daging kurban untuk anak-anak di Bintan. (ACTNews)

ACTNews, BINTAN – Tahun ini, Global Qurban-ACT kembali meluaskan distribusi daging kurban ke berbagai negara. Khususnya negara dengan tingkat ekonomi rendah, krisis sumber daya hingga tengah dirundung konflik menjadi tujuan utama. Tak terlupakan juga distribusi kurban untuk saudara sebangsa, apalagi untuk mereka yang tinggal jauh dari perkotaan bahkan tepian negeri.

Salah satunya ada di wilayah Bintan, Kepulauan Riau. Sambutan hangat pun datang dari warga yang tinggal di di wilayah pinggir Indonesia ini. Apalagi diketahui masih ada warga yang jarang merasakan meriahnya pemotongan hewan bahkan merasakan daging kurban.

“Sudah sekitar tiga tahun tak ada potong hewan kurban. Warga hanya dapat pembagian dari tempat lain, itu pun tak semuanya kebagian,” ungkap Abdul Jamal, salah satu warga Teluk Merbau, Kabupaten Bintan, Jumat (23/7/2021).

Mengetahui kondisi ini, di Iduladha 2021, Global Qurban-ACT datang dengan hewan kurban yang disembelih oleh warga langsung. Kehadiran hewan kurban ini pun tak sekadar memeriahkan suasana lebaran, tapi juga sebagai syiar Islam karena pemotongan dilaksanakan di masjid yang sudah 11 tahun terbengkalai. Harapan besar agar kegiatan keagamaan kembali ramai oleh warga yang tinggal jauh dari perkotaan ini.

“Menghadirkan hewan kurban untuk warga di tepian negeri ini turut didukung relawan Masyarakat Relawan Indonesia dan Komunitas Jiwa Archery yang menitipkan hewan kurbannya melalui Global Qurban-ACT,” jelas Remy Maulada Hadie dari tim Program  Global Qurban-ACT Tanjungpinang.

Perlu diketahui, lokasi pendistribusian hewan kurban di wilayah kerja Global Qurban-ACT Tanjungpinang merupakan wilayah tepian negeri yang jarang menikmati daging kurban. Mayoritas penerima manfaat merupakan nelayan tradisonal dengan penghasilan tak menentu. Sehingga, hadirnya daging kurban, bahkan penyembelihannya dilakukan di kampung mereka merupakan momen yang sangat dirindukan.[]