Samiyah Geluti Bermacam Usaha demi Keluarga Sejahtera

Semenjak pulang dari perantauannya di Saudi Arabia 4 tahun lalu, Samiyah langsung membuka usaha jual beli gas di lapak depan rumahnya dan menggeluti pertanian. Masih terkendala permodalan, Samiyah memilih untuk tidak berutang kepada rentenir dan mengembangkan usahanya serta mencari tambahan melalui usaha baru.

Samiyah Geluti Bermacam Usaha demi Keluarga Sejahtera' photo
Samiyah menunjukkan gas yang biasa ia jual. (ACTNews)

ACTNews, KARAWANG – Mayoritas ibu di Desa Sindang, Kecamatan Kutawaluya, Karawang, pernah menjajal bagaimana rasanya mencari nafkah di negeri orang. Samiyah (50) salah satunya, janda dari veteran yang 4 tahun lalu baru kembali dari Saudi Arabia. Kini gantian anak-anaknya yang yang merantau ke sana, sementara Samiyah mengasuh cucu-cucunya di kampung.

Sekembalinya dari Saudi Arabia, Samiyah langsung menggelar lapak di depan rumahnya untuk berjualan gas. Dia datang dari satu agen ke agen lainnya demi mendapatkan jatah gas tersebut, sehingga per hari ia bisa mendapatkan sekitar Rp50 ribu. Di usianya yang memasuki setengah abad, ia juga menggarap lahan pertanian yang menghasilkan sekitar Rp3 juta per panen.

Perlahan hasil usaha Samiyah dibantu anak-anaknya mulai terlihat. Tembok bilik rumahnya kini mulai berganti beton. Gabah yang berlebih juga dapat ia simpan untuk kebutuhan pokok keluarganya sendiri pada masa sulit seperti sekarang ini misalnya.


Tetapi usaha tak selalu berjalan mulus. Kerap Samiyah juga terkendala oleh permodalan. Anak-anak Samiyah melarang ibunya berutang, apalagi ke bank emok alias rentenir karena takut nantinya bunga yang terlalu mencekik malah membuat Samiyah keteteran menutup lubang utang dengan hasil panen. Walhasil, kini Samiyah jadi menjajal bidang lain untuk menutupi permodalan, yakni lewat beternak.

“Saya dilarang anak saya untuk mengambil dana di bank emok karena terlalu besar lebihnya. Namun, saya butuh etalase lemari dan pupuk untuk tanaman. Sehingga aset saya bertambah dan bisa membuka warung yang lebih lengkap,” ungkap Samiyah pada Sabtu (19/10) lalu.

Harapan Samiyah itu bisa terwujud ketika Tim Global Wakaf – ACT menemuinya. Lewat program Wakaf Modal Usaha Mikro, Global Wakaf – ACT menitipkan amanah bantuan modal dari para dermawan untuk membantu usahanya saat ini.


Serah terima bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro kepada Samiyah. (ACTNews)

“Program Wakaf Usaha Mikro ini akan sangat membantu usaha Ibu Samiyah dan bisa terlepas dari keinginan untuk meminjam kepada lintah darat. Beliau berkomitmen dana modal ini dibayarkan selama 10 bulan ke depan,” ujar Wahyu Nur Alim dari Tim Global Wakaf – ACT.

Selain Samiyah, ada 17 pedagang lainnya yang menerima bantuan permodalan di Desa Sindang pada Sabtu dan Ahad (20/10) esoknya. Wahyu berharap bantuan ini dapat bermanfaat untuk para pelaku usaha ultramikro di sana.

“Kami juga berharap dukungan para dermawan melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro ini. Semoga akan lebih banyak lagi para penerima manfaat yang dapat kita bantu baik di Desa Sindang maupun wilayah-wilayah lainnya di Indonesia, terutama di masa-masa sulit ini,” ajak Wahyu. []