Santap Siang Bersama Pengungsi Suriah di Turki

Santap Siang Bersama Pengungsi Suriah di Turki

ACTNews, REYHANLI - Mengolah nasi dan ayam menjadi bulgur, makanan khas Turki, menjadi kesempatan langka bagi Saha. Ia adalah wanita asal Suriah yang kini mengungsi di kamp Yayla di daerah Bukulmez, Reyhanli, kota perbatasan Turki-Suriah. Hidup sebagai pengungsi,  Saha dan keluarga tidak begitu mampu membeli bahan pangan yang harganya melambung.

“Beratnya kehidupan kami selama mengungsi di sini. Suami sampai saat ini masih bekerja serabutan, tidak ada penghasilan tetap, sedang saya memiliki tiga orang anak. Apalagi masuk musim dingin seperti sekarang, peluang kerja hampir langka. Terkadang ada uang, namun tetap kami harus hemat demi bertahan,” kata Saha.

Siang itu Ahad (16/12), adalah hari kesekian kalinya tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Reyhanli mengunjungi Kamp Yayla, tempat Saha dan ratusan warga Suriah mengungsi. Berkali-kali pula tim tak lupa membawa bingkisan berupa paket pangan dari gudang Indonesia Humanitarian Center (IHC) ACT untuk mereka.

Berbeda dengan momen-momen sebelumnya, kedatangan tim justru berujung dengan santap siang bersama. Saha sendiri bersedia memasak panganan mentah dari IHC-ACT menjadi Bulgur, olahan nasi dan ayam khas Turki. Padahal, Saha sendiri hanya memiliki peralatan masak yang terbatas, hanya bermodal wajan dan ranting pohon sebagai bahan bakarnya.

“Paket pangan yang diberikan ACT sangat membantu kami. Alhamdulillah, dengan begitu kami jadi tidak khawatir akan merasa lapar,” ungkap Saha.

Said Mukaffy dari Tim ACT yang berada di Reyhanli mengisahkan, usai Saha merampungkan masakannya, seluruh keluarga pun langsung berkumpul membentuk lingkaran. Masing-masing membentuk lingkaran dengan satu piring besar berisi bulgur hangat di tengah-tengah mereka.

“Mereka, terutama anak-anak itu memakannya dengan sangat lahap. Saya sempat membantu dengan menyuapi bulgur itu ke masing-masing anak. Alhamdulillah sedikitnya telah berbagi kebahagiaan kepada mereka. Semoga ACT terus-menerus memiliki kesempatan dalam membersamai mereka,” kata Said.

Tak lupa, Saha mewakili para pengungsi lainnya, menitipkan salam terima kasih kepada masyarakat Indonesia. “Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selalu memperhatikan kami dan memberikan paket pangan setiap bulannya. Semoga Allah memberi berkah kepada kalian semua,” tutur Saha.

Sejak IHC-ACT berdiri pada Maret 2018 lalu, Tim ACT di Reyhanli konsisten mendistribusikan paket pangan kepada para pengungsi Suriah, baik yang berada di perbatasan Turki maupun yang berada di dalam Suriah yakni total mencapai 10.000 paket pangan dan 4 juta roti hangat. []