Santri di Pelosok Timur Sulsel Turut Merasakan Manfaat BERISI

MRI beserta ACT Sulawesi Selatan mengantarkan bantuan untuk 96 santri beserta pengelola Pesantren Darul Istiqamah yang berada di Desa Loeha, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur pada Ahad (19/1). Ratusan kilometer mesti ditempuh untuk menyampaikan amanah para dermawan di pelosok timur Sulawesi Selatan ini.

Pemberian bantuan program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) kepada para santriwati Darul Istiqamah. (ACTNews)

ACTNews, LUWU TIMUR – Para santri di Pesantren Darul Istiqamah adalah pejuang. Mereka tetap semangat belajar dan menghafal Alquran meski dengan segala keterbatasan fasilitas hingga pangan. Kesan pertama ini tergambar ketika kembali menyapa salah satu pesantren yang berada di Kabupaten Luwu Timur ini pada Ahad (19/1) lalu, yang notabene berada paling ujung timur dari Sulawesi Selatan.

Pesantren yang berada di Pesisir Danau Towuti, Desa Loeha, Kecamatan Towuti ini telah aktif membina santri sejak era 1990 silam. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama dengan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Selatan mendistribusikan beras terbaik hasil pengelolaan wakaf produktif kepada 96 santri dan juga pengelola pesantren. Sambutan hangat khas pondok dan juga rekahan senyum segenap santri mengobati lelah setelah melakukan perjalanan ratusan kilometer dari pusat kota Makassar.

"Butuh waktu setidaknya 14 jam untuk tiba di sini. Tapi alhamdulillah itu membuat kami bersyukur, sebab amanah dari para dermawan betul-betul tepat sasaran dan peruntukannya.," Jelas Hasan, dari Tim MRI-ACT Sulsel. Tak hanya lewat darat, tim juga menyeberangi Danau Towuti untuk bisa sampai di titik lokasi.

Anak-anak sering menyebutnya "penjara suci". Penjara yang mereka maksud adalah sebagai tempat membina dan mengarahkan para santri dan generasi Islam menjadi pribadi yang saleh.


Para santri membantu mengangkut beras ke dalam pondok. (ACTNews)

Dalam testimoninya, Ustaz Anwar Muslim, Lc selaku pengelola Pesantren Darul Istiqamah menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada segenap tim ACT dan dermawan. Ia terkesan dengan perjalanan Tim ACT dan MRI menempuh jalan menuju pondok.

“Terima kasih atas perhatiannya yang tidak tanggung-tanggung, jauh-jauh menempuh perjalanan untuk bisa tiba di pondok kami. Semoga Allah merahmati dan memudahkan seluruh urusan saudara-saudara di ACT, para dermawan, dan siapa pun yang terlibat dalam amal jariah raksasa ini,” ungkap Ustaz Anwar.


Nur Ali Akbar selaku Tim Program ACT Sulawesi Selatan, juga mengatakan terima kasih yang sama karena sambutan hangat dari pihak pondok pesantren. Ia mengatakan, selain pangan sebenarnya banyak bantuan lagi yang dibutuhkan oleh Pondok Pesantren Darul Istiqamah.

“Tak hanya kondisi santri pesantren yang butuh perhatian, fasilitas dan sarana prasarana pondok pun butuh untuk dibantu. Masjid, ruang belajar, dapur umum hingga asrama santri, semuanya kelihatan butuh sentuhan agar pembinaan di pondok yang telah banyak mencetak alumni hingga ke timur tengah ini bisa lebih maksimal lagi,” ungkap Nur. Ia mengajak masyarakat untuk terus memerhatikan pondok pesantren untuk membantu para santri memajukan pendidikan Islam. []