Santri Kurang Mampu di Tasikmalaya Dapatkan Bantuan Satu Ton Beras

Melalui program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI), bantuan satu ton beras juga menjangkau santri prasejahtera di Tasikmalaya.

Santri Kurang Mampu di Tasikmalaya Dapatkan Bantuan Satu Ton Beras' photo
Santri Pondok Pesantren Al Basyariyyah di Tasikmalaya menerima bantuan satu ton beras. (ACTNews/Sayyidan Fikri)

ACTNews, TASIKMALAYA - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tasikmalaya menggerakkan program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) di Tasikmalaya. Sasaran program ini adalah pesantren-pesantren yang belum berdaya dan masih memiliki keterbatasan infrastruktur maupun kebutuhan pangan.

“Alhamdulillah Jumat ini kita telah melaksanakan program BERISI ini di tiga pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, yakni di Pesantren Al Fathonah Leuwisari, Pesantren Nurul Iman, dan Pesantren Al Basyariyyah,” ungkap Fauzi Ridwan dari Tim Program ACT Tasikmalaya, Jumat (1/11).

Lebih lanjut Fauzi menjelaskan, penyelenggaraan program BERISI akan dirutinkan untuk kebutuhan para santri di pesantren-pesantren yang sangat masih membutuhkan uluran tangan para dermawan dalam mengembangkan pesantrennya.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Tasikmalaya Taufik Perdana mengatakan, sampai saat ini masih banyak pesantren yang belum berdaya. Diharapkan program BERISI dapat memenuhi kebutuhan pangan para santri. “Semoga program BERISI menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk mengambil peran baik dalam pemenuhan kebutuhan pangan santri yang kurang mampu. Sebab, masih banyak santri dan pesantren yang belum berdaya, sehingga butuh bantuan khususnya dalam pemenuhan pangan” lanjut Taufik.

Akik Nasruddin selaku Pimpinan Pesantren Al Basyariyyah menilai program BERISI sangat membantu para santri dalam memenuhi kebutuhan pangannya. “Di pesantren ini, semua biaya pendidikan digratiskan, mengingat kebanyakan santri di sini adalah yatim dan berasal dari keluarga kurang mampu. Dengan adanya program BERISI, kami merasa terbantu sekali, terutama dalam pemenuhan kebutuhan beras. Selain itu, kami masih membutuhkan bantuan uluran tangan para dermawan untuk pembangunan pesantren lebih lanjut. Jumlah santri semakin banyak, tapi tidak ada penambahan ruang kelas dan asrama,” ungkap Akik.

Ia juga berterima kasih kepada ACT dan para dermawan yang sudah sangat peduli dan perhatian terhadap para santri ini. “Semoga Allah selalu membalas dengan balasan terbaik dan menjadi amalan yang dapat diterima di sisi-Nya,” pungkas Akik. []

Bagikan

Terpopuler