Santri Nurul Madany Muara Enim Syukuri Bantuan BERISI

Pesantren Nurul Madany didirikan atas dasar keprihatinan terhadap lingkungan, atas kepedulian pada anak yatim, anak keluarga prasejahtera, serta anak korban kekerasan rumah tangga. Pesantren ini menjadi salah satu sasaran program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) ACT, yang menerima bantuan beras pada Jumat (22/11) lalu.

Santri Nurul Madany Muara Enim Syukuri Bantuan BERISI' photo
Santri dan pengurus Pesantren Nurul Madany, Kabupaten Muara Enim, menerima bantuan beras dari program BERISI ACT Sumatra Selatan. (ACTNews)

ACTNews, MUARA ENIM – Santri Pesantren Nurul Madany, Desa Pulau Panggung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, menerima bantuan satu ton beras melalui program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) ACT Sumatra Selatan. Bantuan beras diserahkan secara langsung oleh Reza Ardiansyah dari Tim Program ACT Sumsel kepada pengurus pesantren, Ustaz Juen, Jumat (22/11)

"Ini adalah kali ketiga ACT Sumatra Selatan menyalurkan beras untuk para santri di Sumatra Selatan. Ikhtiar para dermawan luar biasa untuk mendukung pangan para santri," tutur Reza.

Pesantren Nurul Madany didirikan atas dasar keprihatinan terhadap lingkungan, kepedulian pada anak yatim, anak keluarga prasejahtera, serta korban kekerasan rumah tangga. Pesantren yang didirikan sejak 2014 itu menampung 142 santri.

Kondisi Pesantren Nurul Madany masih amat sederhana. Hanya ada dua ruang kelas yang digunakan untuk belajar. Satu buah musala pun disulap untuk tempat belajar para santri.

Pengurus pesantren Juen menyampaikan rasa terima kasih mewakili santri dan pengurus pesantren. "Untuk kebutuhan sandang dan pangan, kami berusaha mencari. Terkadang, ada dermawan yang mampir memberikan bantuan, bila tidak ada, saya harus berusaha mencari untuk biaya kebutuhan sehari-hari," aku Juen. []

Bagikan

Terpopuler