Santunan Tunai Ringankan Biaya Pengobatan Nurhaida

Setelah mengalami kecelakaan bulan Juni lalu, Nurhaida menderita cedera di kepala. Namun, keterbatasan biaya turut menghambat proses pengobatannya.

ACTNews, MATARAM – Tim Masyarakat Relawan Indonesia - AksI Cepat Tanggap Nusa Tenggara Barat (MRI - ACT NTB) mengunjungi Rumah sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB untuk menjenguk Nurhaida (36), Kamis (8/7). Tim memberikan santunan kepada keluarga pasien korban tabrak lari itu.

Nurhaida menjadi korban tabrak lari pada 29 Juni 2019 lalu di Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Akibat luka dan benturan hebat, Nurhadia harus menjalani operasi. “Setelah  menjalani operasi minggu lalu, sebenarnya pasien sudah dibolehkan untuk pulang. Namun, kepulangan pasien tidak dapat dilakukan karena terkendala biaya operasi yang belum dilunasi,” terang Asri, relawan MRI - ACT NTB, Jumat (12/7).

Bantuan tersebut, kata Asri, diharapkan dapat membantu pelunasan biaya operasi Nurhadia. Menurutnya, kondisi Nurhaida sudah mulai membaik walaupun masih harus istrahat di tempat tidur. “Semoga bantuan yang kita berikan dapat meringankan beban biaya perawatan ibu Nurhaida,” ucap Asri.

Menyambut langsung kedatangan tim ACT NTB, Nurhaida menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang ia terima. Ia mengucapkan terima kasih tidak terhingga kepada para dermawan yang telah bersedia membantu pengobatannya. “Alhamdulillah terima kasih kepada ACT yang sudah membantu meringankan biaya perawatan saya selama di sini,” ungkap Nurhaida. Ia pun berharap dapat segera sembuh dan menjalankan aktivitas dengan baik kembali. []