Satu Bulan Berjalan, Wakaf Sawah Produktif Bawa Perubahan Bagi Sawah Didin

Berbagai manfaat program Wakaf Sawah Produktif dirasakan Didin Wahyudin, (47) seorang petani asal Desa Telarsari, Kabupaten Karawang. Mulai dari manfaat nutrisi organik, hingga permodalan yang ringan.

bantuan modal petani
Didin kini mengolah lahan seluas 1.350 meter persegi. (ACTNews/Ardiyansyah)

ACTNews, KABUPATEN KARAWANG – Didin Wahyudin (47) baru saja mengikuti program Wakaf Sawah produktif sekitar satu bulan lalu. Ia mengaku, banyak perubahan yang ia terima, mulai dari bantuan permodalan, pendampingan, hingga program sawah organik yang menggunakan nutrisi hayati.

Bagi Didin dan teman-temannya di Kelompok Tani Desa Telarsari, sebelum kehadiran program WSP,masalah terbesar mereka ada dua, yaitu hama dan permodalan. Masalah permodalan utamanya adalah harga-harga yang sering anjlok ketika musim panen. Kondisi itu membuat modal tanam di musim berikutnya tidak mencukupi.

“Kalau sudah mentok, paling pinjam ke bank. Kadang syaratnya sulit, petani itu pinginnya yang cepat. Jadi sekarang banyak juga yang ke bank-bank yang bunganya tinggi, bukannya untung malah tiap tahun tambah utang lagi,” ungkap Didin, ditemui setelah peluncuran Lumbung Beras Wakaf di Desa Telarsari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang pada Rabu (25/8/2021) lalu.


Didin bercerita, kelompok tani pernah mencoba mengatasi permasalahan modal lewat kerja sama dengan bank-bank besar. Bunga yang harus dibayar petani pun kecil. Namun, kerja sama ini hanya mampu bertahan selama dua tahun.

Kini, Didin amat bersyukur, dengan program Wakaf Sawah produktif untuk para petani di Desa Telarsari, ia dibantu untuk memiliki modal.

Selain itu,  Didin juga merasa nutrisi hayati yang diberikan Global Wakaf memilki hasil yang lebih maksimal. “Sawah ssaya sekitar 1.370 meter persegi. Ada setengah bou (empat petak) yang saya coba enggak pakai pupuk, tetapi pakai nutrisi hayati. Kalau menurut saya, datarannya (tanahnya) jadi dalam. Yang dalam itu lebih bagus,” jelas Didin.

Global Wakaf-ACT juga berencana membangun Lumbung Beras Wakaf berkapasitas 1.000 ton per bulan. “Mudah-mudahan kalau bisa program ini berlanjut. Jadi semua petani di Desa Telarsari juga merasakan, dan juga di desa-desa tetangga” harap Didin.

Lumbung Beras Wakaf merupakan merupakan bagian dari hulu program Wakaf Pangan Produktif yang berikhtiar demi kesejahteraan petani. Di hulu, para petani akan dimodali dan didampingi hingga panen. Hasil panen akan dibeli dengan harga terbaik untuk meminimalisir kerugian petani, kemudian beras diolah dan dikemas di Lumbung Beras Wakaf. Selanjutnya beras ini akan sampai di Wakaf Distribution Center untuk dibagikan kepada penerima manfaat di hilir.[]