Satu Juta Orang Terancam Mati Kelaparan di Madagaskar

Satu juta orang Madagaskar sedang terancam mati kelaparan akibat kekeringan.

Satu Juta Orang Terancam Mati Kelaparan di Madagaskar
Kelaparan yang melanda Madagaskar sudah mencapai puncak akibat krisis iklim yang terjadi karena kekeringan. (WFP/Tsiory Andriantsoarana)

ACTNews, MADAGASKAR – Madagaskar tengah mengalami kelaparan akut akibat kekurangan bahan makanan. Amnesty Internasional dalam sebuah laporan mengemukakan, kelaparan yang melanda Madagaskar sudah mencapai puncak akibat krisis iklim yang terjadi 

“Satu juta orang menghadapi bencana kekeringan dan tidak mendapatkan hak mereka untuk hidup, kesehatan, makanan dan air. Ini termasuk risiko kelaparan,” ungkap Kepala Amnesty International Agnes Callamard.

Callamard menjelaskan, saat ini sebanyak 91 persen penduduk Madagaskar wilayah Selatan harus hidup miskin. Kekeringan yang melanda Madagaskar diprediksi makin memburuk dan secara tidak proporsional memengaruhi populasi penduduk negara tersebut. “Krisis iklim menyebabkan penderitaan dan kematian yang mengerikan,” tuturnya.

Kekeringan yang melanda Madagaskar akan menghambat pencaharian masyarakat yang sangat bergantung dari pertanian, peternakan, dan perikanan.

Di lain kesempatan, Perwakilan Global Humanity Network Aksi Cepat Tanggap (ACT) Firdaus Guritno, mengaku sangat prihatin atas nasib masyarakat Madagaskar yang dilanda kelaparan. Ia mengungkapkan, dukungan kemanusiaan dari masyarakat dunia khususnya Indonesia menjadi makin mendesak untuk segera dilakukan.

“Nasib saudara-saudara kita di Madagaskar umumnya di negara-negara Afrika begitu tragis dan memprihatinkan. Sudah saatnya membangun solidaritas untuk membantu mereka,” tutur Firdaus.

Firdaus memaparkan, sepanjang 2021 ini, ACT telah beberapa kali mengirimkan bantuan pangan ke Madagaskar. Ia pun berharap, bantuan pangan bisa kembali dimasifkan.[]