Satu Keluarga di Bogor Tertimbun Longsor

Dinding rumah yang tak mampu menahan tanah longsor mengakibatkan satu keluarga meninggal dunia tertimbun reruntuhan. Kejadian ini terjadi setelah wilayah Ciawi, Bogor dilanda hujan lebat pada Kamis (20/2) dini hari.

Satu Keluarga di Bogor Tertimbun Longsor' photo
Korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan rumah di Ciawi. Empat jiwa dinyatakan meninggal dunia. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – Hujan lebat yang melanda wilayah Kabupaten Bogor pada Kamis (20/2) dini hari berimbas pada longsor yang mengakibatkan satu keluarga yang terdiri dari empat orang meninggal dunia. Korban merupakan warga Kampung Cibolang, Desa Banjarwangi, Ciawi, Bogor. Semua korban ditemukan di salah satu ruangan di dalam rumah mereka yang temboknya runtuh akibat tak mampu menahan beban longsoran tanah.

Berdasarkan laporan yang ACTNews terima, kejadian terjadi pada Kamis dini hari. Semua korban sedang dalam kondisi tertidur. Beberapa tetangga memang mendengar gemuruh saat kejadian, kemudian pagi harinya warga mengetahui bahwa telah terjadi longsor.

Merespons kejadian ini, ACT mengirimkan sejumlah relawan. Mereka ikut dalam proses pemandian dan pengurusan jenazah korban. “Kami mengirimkan relawan untuk ikut pengurusan jenazah, mulai dari memandikan hingga memakamkan,” kata Khisnul Khasanah dari Tim Program ACT Bogor, Jumat (21/2).

Selain mengirimkan relawan untuk pengurusan jenazah, ACT juga menyerahkan bantuan berupa sembako untuk keluarga yang ditinggalkan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, wilayah Jakarta, Bogor, Depok Tangerang, dan Bekasi berpotensi dilanda hujan lebat diiringi angin kencang serta petir. Potensi ini diperkirakan bakal berlangsung hingga Sabtu (22/2) mendatang. Warga diimbau untuk tetap waspada pada kemungkinan cuaca ekstrem ini.

Musim penghujan  di Indonesia yang terjadi sejak beberapa bulan lalu memang sudah berimbas pada beberapa bencana, termasuk yang terjadi di Bogor pada awal tahun 2020 lalu. Bencana tanah longsor melanda beberapa kecamatan. Dampaknya, ribuan warga harus mengungsi dan kehilangan tempat tinggal karena perkampungannya terancam bencana.

Selain di Bogor, bencana hidrometeorologi juga terjadi di berbagai daerah. Sebut saja Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, hingga berbagai wilayah di Sumatra. Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah aliran sungai atau perbukitan yang memiliki kemungkinan longsor.[]


Bagikan