Satu Ton Beras untuk Ringankan Beban Pangan Santri Banten

Sebanyak 109 santri menjadi penerima manfaat melalui program Beras untuk Santri (BERISI). Selain beras, tim juga memberikan bantuan lain berupa perlengkapan sanitasi dan buku tulis.

Simbolisme pemberian bantuan dari ACT kepada pimpinan pondok dan salah seorang perwakilan santri. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, SERANG - Melalui program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI), Aksi Cepat Tanggap (ACT) menurunkan bantuan berupa satu ton beras kepada 109 santri di Pondok Pesantren At-Tauhidiyah, di Desa Sukawana, Kecamatan Serang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis dari perwakilan pihak ACT kepada para santri dan pimpinan pondok.

Ahmad Yani selaku Pimpinan Pondok Pesantren At-Tauhidiyah mengaku benar-benar besyukur dengan hadirnya ACT bersamaan dengan satu ton beras untuk para santri. Ia berharap bantuan satu ton beras ini dapat meringankan beban pangan para santri.

“Sehingga mereka dapat lebih tenang dan nyaman lagi untuk belajar, belajarnya dapat lebih semangat di pondok, dengan adanya bantuan serta wasilah dari tim ACT yang telah datang ke pondok ini,” kata Ahmad, Jumat (25/10).

Ahmad menuturkan, untuk makan biasanya santri membawa perbekalan sendiri untuk satu bulan. Sementara untuk lauk-pauknya, santri sehari-harinya patungan sebanyak sepuluh ribu rupiah untuk dua kali makan. Sedangkan biaya pondok pesantren gratis dan hanya dikenakan patungan untuk pemakaian listrik.


Santri-santri Pondok Pesantren At-Tauhidiyah sedang memasukkan bantuan ke dalam pondok. (ACTNews/Reza Mardhani)

Dalam kesempatan itu, Ahmad juga berharap santri-santrinya untuk berkembang dan menjadi lebih baik lagi. Hal ini mengingat para santri pada saat ini telah diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Insyaallah dengan sekuat kemampuan kami, kami berusaha menciptakan regenerasi Islamiyah, menjadikan santri yang menjadi anfahum linnas (bermanfaat untuk manusia). Karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa memberikan manfaat kepada manusia yang lain,” harap Ahmad.

Harapan yang sama diutarakan oleh Kepala Cabang ACT Banten Aat Solihat. Melihat perjuangan santri-santri terdahulu, ACT ingin memberikan apresiasi kepada para santri melalui program BERISI. Sehingga, para santri lebih semangat lagi untuk memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat.

“Kemerdekaan Indonesia ini juga adalah sumbangsih dari kaum santri. Jendral Soedirman, Bung Tomo, dan Cut Nyak Dien, berasal dari kalangan santri dan mereka adalah para pejuang. Jadi kami dari ACT berkeyakinan bahwa santri ini ada untuk persatuan dan kesatuan NKRI,” ucap Aat.

Selain membagikan beras, ACT juga membagikan bantuan lain kepada para santri berupa perlengkapan sanitasi dan paket buku tulis. Aat mengatakan, pembagian beras ini adalah rangkaian awal pemberian bantuan untuk santri prasejahtera. Nantinya program BERISI akan terus berlanjut memenuhi kebutuhan para santri. ACT menargetkan jangkauan program ini kepada 100 pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. []