Sawah Warga Cibarusah Mengalami Puso Kemarau Ini

Puluhan hektare lahan pertanian warga Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, mengalami puso. Sebagian petani memilih untuk memanen dini tanamannya, walau dengan hasil yang tak maksimal.

Sawah Warga Cibarusah Mengalami Puso Kemarau Ini' photo

ACTNews, BEKASI Erik Setiawan, pemuda karang taruna Desa Ridogalih, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, hanya bisa menunjukan pemandangan sawah padi yang tak terurus. Tanaman padi petani berbuah, tapi tak dapat berkembang hingga menghasilkan gabah sebagai beras. Semenjak kemarau melanda, petani meninggalkan lahannya.

Hektaran sawah di Desa Ridogalih kini hanya menyisakan tanah retak dengan tanaman padi yang sebagian telah dipanen dini. Petani memilih memanen padinya walau dengan kualitas kurang baik karena masih muda, ketimbang harus merugi tanpa hasil sama sekali.

Rabu (24/7), Erik menunjukkan kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) salah satu lahan yang masih menyisakan padi yang ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya. Pohon padi sudah berbuah, namun gabah tak berisikan beras karena tak ada pasokan air untuk sawah mereka.

“Padi enggak bisa hidup kalau enggak ada air.  Sebagian sudah berbuah, namun tak sempurna. Dan ini terpaksa dipanen dini oleh petani. Sebagian juga ada yang dibiarkan begitu saja karena buahnya masih kosong (tidak ada beras di dalam gabahnya),” jelas Erik.


Sungai yang melintang di tengah persawahan kini kondisinya kering, hanya dipenuhi guguran daun bambu yang tumbuh di tepiannya. Sementara sumur untuk pertanian tak dapat digali karena sumber air tanah yang juga sulit. Alhasil, petani sekarang beralih profesi. Mereka memilih menjadi kuli bangunan atau menambang pasir daripada harus menggantungkan hidup pada hasil pertanian.

Kekeringan di Cibarusah sudah berlangsung setidaknya dalam empat bulan terakhir. Area persawahan luas di Cibarusah yang sebelumnya subur ketika musim penghujan, kini seakan hanya tanah kosong tanpa kegiatan di atasnya. “Kekeringan mempengaruhi banyak kegiatan masyarakat, mulai rumah tangga, profesi, hingga perekonomian,” kata Erik.