Sedekah di Tengah Resesi, Bentuk Optimisme Kebangkitan Bangsa

Sedekah menjadi cerminan kedermawanan masyarakat. Di tengah resesi ekonomi, Aksi Cepat Tanggap mendapati jumlah dermawan yang bersedekah melalui ACT meningkat.

Ilustrasi. Para pekerja dan pencari sampah di TPA Ciangir Tasikmalaya mengambil bahan pangan yang disedekahkan masyarakat Indonesia di Lumbung Sedekah Pangan. Foto diambil pada pertengahan Oktober 2020. (ACTNews/Angelina)

ACTNews, JAKARTA – Kepala Badan Pusat Statistik dalam konferensi pers virtual melaporkan, ekonomi Indonesia triwulan III-2020 terhadap triwulan III-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 3,49 persen, Kamis (5/11).

Melansir dari Kontan, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira memperingatkan sejumlah dampak resesi yang langsung dirasakan oleh masyarakat, antara lain pendapatan kelompok masyarakat menengah dan bawah secara signifikan menurun. Hal itu dikhawatirkan berimplikasi pada meningkatnya jumlah orang miskin. Kedua, resesi juga akan berimbas pada angkatan kerja baru karena jumlah lowongan pekerjaan menurun. Ketiga, resesi juga bisa berdampak pada menurunnya jumlah penduduk kota dan bertambahnya penduduk desa.

Di tengah bayang-bayang itu, Aksi Cepat Tanggap mendapati solidaritas bangsa untuk menolong sesama meningkat. Sejak pertengahan Maret, masyarakat yang berpartisipasi mendukung gerakan filantropi di tengah-tengah kondisi ini (pandemi) naik 154 persen. Lebih dari satu juta warga berpartisipasi menjadi donatur pada program-program penanganan pandemi,” kata Ketua Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap Ahyudin, Kamis (8/10), lalu.

Hal ini juga sejalan dengan gerakan “Bangkit Bangsaku” yang diinisiasi ACT sejak akhir September lalu. Gerakan yang berfokus pada tema  sosial, ekonomi, dan kesehatan ini mengajak masyarakat Indonesia tetap solid dan saling membantu.

Direktur Eksekutif Komunikasi Aulia Ikhsan menjelaskan, melengkapi semangat optimisme bangsa di gerakan "Bangkit Bangsaku", ACT mengajak Sahabat Dermawan tetap saling membersamai melalui sedekah sekalipun di masa sulit.

“Kami melihat langsung kedermawanan tumbuh dari hati masyarakat Indonesia sekalipun keadaan ekonomi belum membaik. Kami berharap hal ini semakin meyakinkan satu sama lain bahwa keadaan akan kembali membaik,” kata Ikhsan, Jumat (6/11).

Salah satu wujud kedermawanan yang turut dilihat langsung ACT adalah solidaritas para buruh di Bekasi. Kalangan pekerja dari Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP KEP SPSI) PT NOK Indonesia. Serikat pekerja salah satu perusahaan di Cibitung, Kabupaten Bekasi, itu tidak hanya getol dalam memperjuangkan hak-hak anggotanya, namun juga memiliki tingkat kedermawanan yang tinggi dengan aktif menjalankan program sosial kemanusiaan. 

Mereka turut menyalurkan donasi bagi para penyintas banjir bandang Masamba, Luwu Utara, serta bantuan sosial untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana secara swadaya dari para karyawan PT NOK Indonesia. 

Ketua PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia Hermawan mengatakan, program sosial dan kemanusiaan di organisasinya sudah menjadi agenda yang masuk ke dalam program kerja tahunan. 

“Kegiatan sosial harus dilakukan secara khusus, baik dengan cara penggalangan dana swadaya dari karyawan maupun dari kas organisasi dan kerja sama dengan pihak lain di dalam perusahaan, seperti koperasi dan manajemen perusahaan,” ujar Hermawan.

Kedermawanan juga dicontohkan Sutrisno, warga Kampung Bulak Teko Kalideres, Walaupun hidup dalam kesederhanaan, Sutrisno tidak pernah meminta. Tidak ada listrik baginya tak masalah. 

Sutrisno tidak lupa berderma dengan uang hasil kerjanya ke masjid-masjid di Jakarta yang sepi jemaah. Ia mengatakan, jika masjid yang ramai biasanya sudah banyak penyumbangnya, sedangkan masjid atau musala di kampung-kampung amat jarang. Ia pun tidak tanggung-tanggung dalam menyumbang ke masjid. “Saya sudah tua, usia saya paling tidak lama lagi. Kalau saya tidak beramal lalu mau apa?” katanya.[]

f