Sedekah Pangan Dermawan Diterima Pengungsi Somalia

Pengungsi Somalia mengandalkan bantuan dari lembaga kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sedekah Pangan Dermawan Diterima Pengungsi Somalia' photo
Ibu dan anak pengungsi di Hodan, salah satu penerima bantuan pangan dari Aksi Cepat Tanggap Juli ini. (ACTNews)

ACTNews, HODAN, YAAQSHID, GARASBALEY – Tenda-tenda di kamp Hodan hanya terbuat dari kerangka kayu berkerudung terpal. Amat sederhana untuk tempat berlindung siang dan malam bertahun-tahun. Di dalam tenda, siang terasa pengap, sedangkan angin malam kerap menyelinap lewat celah terpal. Itulah yang biasa dirasakan pengungsi Somalia di Distrik Hodan.

Ruang terbuka di antara jejalan tenda pun harus dibagi untuk tempat mencuci pakaian atau piring kotor. Muslima, salah satu pengungsi usai mencuci piring kotornya. Ia hendak bergugas menuju tanah lapang di kompleks pengungsian itu. Kamis (9/7) ada bantuan pangan yang hendak dibagikan, sedekah dermawan Indonesia untuk pengungsi Somalia.

Andi Noor Faradiba dari Tim Global Humanity Response – ACT untuk wilayah Afrika menjelaskan, bantuan pangan untuk Somalia awal Juli lalu diperuntukkan bagi 450 jiwa. “Para pengungsi ini adalah orang-orang yang datang dari luar ibu kota, beberapa telah tinggal di sini selama lebih dari dua tahun. Lainnya baru saja tiba karena perang saudara. Sekarang mereka tidak memiliki kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan,” jelas Faradiba.

Berdasarkan data Program Pangan Dunia (WFP), pada Mei 2018, sebanyak 2,7 juta penduduk Somalia tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dan amat membutuhkan bantuan kemanusiaan. Sebanyak 500.000 orang disebut WFP mengalami kelaparan Diestimasikan 300.000 balita mengalami malnutrisi, 48.000 di antaranya menghadapi risiko penyakit dan kematian.[]


Bagikan