Sedekah Pangan Dermawan Terus Temani Penyintas Gempa Sulbar

Ribuan ton sedekah pangan dari para dermawan hingga kini terus menemani kehidupan penyintas gempa Sulbar di masa pemulihan. Pemerataan jangkauan bantuan menjadi salah satu fokus ACT dalam pendistribusian.

Bantuan kemanusiaan dari ACT
Relawan angkut menurunkan bantuan yang baru saja datang di Posko Induk ACT di Mamuju pada akhir Januari lalu. Bantuan ini merupakan logistik tambahan untuk terus menemani penyintas gempa hingga masuk masa pemulihan. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, MAMUJU Saat ini, lebih dari satu bulan pascagempa magnitudo 6,2 yang mengguncang Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. Kondisi berangsur normal seiring dengan masuknya masa pemulihan. Penyintas yang sebelumnya bertahan di tenda, mulai kembali ke rumah mereka yang mengalami kerusakan ringan. Sedangkan mereka yang huniannya rusak berat kini masih ada yang tetap di tenda pengungsian sambil mencari dana untuk merenovasinya.

Seluruh penyintas di Sulbar pun masih menggantungkan hidup mereka pada bantuan kemanusiaan. Pasalnya, perekonomian belum seluruhnya pulih. Jika pun masih memiliki uang, mereka akan prioritaskan untuk perbaikan rumah. Suparman salah satunya. Warga Puncak Indah, Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kaluku, Mamuju ini salah satu sisi dinding rumahnya mengalami kerusakan, sedangkan uangnya masih terbatas karena harus menutupi kebutuhan harian keluarganya.

“Pembeli juga masih belum banyak,” ungkap Suparman yang juga seorang pedagang hasil kebun ini, rabu (3/2/2021) lalu.

Untuk itu, demi menyiasati pemenuhan hidup, Suparman menggantungkan kebutuhan hidupnya dari bantuan kemanusiaan. Walau mulai berkurang jumlahnya, paling tidak ia tak harus selalu membeli bahan pangan pokok untuk keluarga, sehingga uangnya bisa dialihkan untuk renovasi rumah.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang sejak awal melakukan pendampingan terhadap penyintas gempa hingga hari ini terus mendistribusikan bantuan pangan, sedekah dari para dermawan. Bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, sampai air mineral dalam kemasan diserahkan ke penyintas gempa di berbagai wilayah.

Lukman Solehudin, Koordinator Posko Induk ACT di Mamuju, mengatakan, walau saat ini wilayah terdampak gempa sudah masuk tahap pemulihan, ACT tetap melakukan pendistribusian bantuan pangan. Pemerataan distribusi juga menjadi salah satu fokusnya agar penyintas yang tinggal di titik yang sulit diakses mampu merasakan apa yang didapat oleh pengungsi di sekitar jalan poros.

“Di Mamuju dan Majene, banyak penyintas yang bertahan di daerah yang sulit diakses, karena mereka menjauhi area bibir pantai. Mereka tak kami lupakan dan terus kami dampingi, salah satunya dengan bantuan kemanusiaan yang terus disalurkan sampai hari ini,” jelas Lukman,  Rabu (17/2/2021).

Hingga Selasa (16/2/2021) kemarin, bantuan kemanusiaan ACT telah menjangkau ke lebih dari 69 ribu jiwa dari 24 ribu lebih keluarga yang tersebar di Mamuju dan Majene. Bantuan kemanusiaan tersebut didatangkan dari berbagai kota/kabupaten di Sulawesi serta bantuan dari Kapal Kemanusiaan dari luar Sulawesi. Total ribuan ton logistik dari ACT yang hadir atas buah kedermawanan bakal menemani penyintas di masa pemulihan.

Selain bahan pokok mentah, di Sulbar ACT juga mendistribusikan makanan siap santap bagi penyintas. Hal ini dilakukan agar warga tak perlu repot memasak dengan keterbatasan tempat dan alat masak. Malalui dapur umum serta Humanity Food Truck yang didatangkan langsung dari Wakaf Distribution Center, Kabupaten Bogor, hingga hari ini ACT telah menyajikan puluhan ribu porsi makanan siap santap dengan lauk terbaik.[]