Sedekah Subuh, Kebiasaan Sudirman Penjual Ayam Potong

“Saya tidak mau menjadi orang yang merasa hidupnya penuh kekurangan. Saya sedang belajar mensyukuri setiap rezeki dan tidak perhitungan kalau sedekah,” ungkap Sudirman, penjual ayam potong di Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang.

Sedekah Subuh, Amalan Sudirman Penjual Ayam Potong
Sudirman (46), seorang penjual ayam potong dan pemilik Yayasan Satu Atap, yang menaungi sebanyak 300 anak yatim dan duafa. (ACTNews/Ichsan Ali)

ACTNews, KOTA TANGERANG – Bukan bermaksud riya, Sudirman (46), seorang penjual ayam potong di Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, ternyata punya kebiasaan baik di setiap pagi. Ia punya kegiatan khusus yang telah dijalani selama ini, yakni sedekah subuh.

Usai salat subuh, Sudirman rutin menyisihkan rupiah hasil keuntungan berjualan ayam potong. “Saya tidak mau menjadi orang yang merasa hidupnya penuh kekurangan. Saya sedang belajar mensyukuri setiap rezeki dan tidak perhitungan kalau sedekah,” ungkap Sudirman, Rabu (10/11/2021), kepada ACTNews.

Bukan hanya seorang diri, Sudirman juga mengajak masyarakat sekitar untuk menyisihkan uang sebesar Rp1.000 untuk disedekahkan usai salat subuh. Sudirman berkeyakinan, manfaat sedekah subuh begitu nyata dan memberikan keberkahan bagi siapa pun.

“Kalau kita niatkan sedekah subuh dengan ikhlas dan mengharap rida Allah. Insyaallah saya yakin manfaatnya besar, kebutuhan masyarakat miskin pasti tercukupi, bahkan nanti tidak ada lagi orang miskin,” tegasnya.

Sudirman menceritakan, niat teguhnya dalam bersedekah subuh juga dilandasi pengalaman masa lalu. Saat itu, ia sempat menjadi tulang punggung keluarga yang harus menyekolahkan keempat adiknya. Ia dan keluarga sempat kesulitan memenuhi kebutuhan makan.

Kini, Sudirman sudah memiliki penghasilan. Ia tidak mau tetap bermental miskin. Bagi Sudirman, sedekah tidak akan membuat orang menjadi miskin. Ia pun memiliki Yayasan Satu Atap yang menaungi ratusan anak yatim dan duafa.[]