Sedekah Subuh, Menyegerakan Kebaikan untuk Menghindari Keburukan

Sedekah di waktu subuh atau pagi hari adalah bentuk menyegerakan melakukan kebaikan. Manusia tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang, sehingga segera melakukan kebaikan adalah hal yang sangat dianjurkan.

sedekah subuh
Ilustrasi. Sedekah subuh yang dermawan lakukan dapat memberi makan warga pra sejahtera. (ACTNews/Abdurrahman Rabbani)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Bersedekah adalah salah satu cara untuk menolak malapetaka. Nabi Muhammad SAW juga mengatakan sedekah adalah tanda seseorang beriman kepada adanya hari kiamat. Lalu kapan waktu yang tepat untuk bersedekah? 

Sebenarnya sedekah bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Namun, salah satu hadis Nabi menyebutkan sedekah di waktu subuh atau sebelum matahari terbit memiliki keutamaan yang dahsyat. 

Setiap datang waktu pagi yang dialami para hamba, ada dua malaikat yang turun, yang satu berdoa: “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfaq.” Sementara yang satunya berdoa, “Ya Allah, berikanlah kehancuran bagi orang yang kikir.” (HR. Bukhari 1442 & Muslim 2383).

Sedekah adalah perbuatan baik. Bahkan Allah memerintahkan hamba-Nya untuk bersegera dalam melakukan kebaikan. Allah dalam firman-Nya menggolongkan orang-orang yang bersegera dalam kebaikan adalah orang-orang yang khusyuk (dalam berdoa), layaknya Nabi Zakaria. 

“Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami,” Qur’an surat Al-Anbiya ayat 90.  

Rasulullah SAW juga memerintahkan umatnya untuk segera melakukan kebaikan. Manusia tidak tahu apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Sehingga kebaikan harus segera dilakukan. 

Rasul bersabda “Bersegeralah melakukan amal saleh sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia.” (HR. Muslim no. 118).[]