Segarnya Air Bersih, Hadiah untuk Santri

Mengandalkan hasil hutan dan dana operasional yang terbatas membuat Pesantren Hidayatul Hayat bertahan dengan minim fasilitas. Termasuk sumur yang debit airnya rendah dan kering tiap kali kemarau melanda.

1
Sumur Wakaf di Pesantren Hidayatul Hayat yang baru saja mengeluarkan air di pertengahan Ramadan ini. (ACTNews)

ACTNews, KUTAI KARTANEGARA Bertempat di Pesantren Hidayatul Hayat, Kelurahan Sungai Merdeka, Samboja, Kutai Kartanegara, Global Wakaf-ACT Kalimantan Timur menghadirkan Sumur Wakaf. Sumur hasil kolaborasi dengan SDIT Istiqamah YPAITB Balikpapan  ini menghadirkan sumber air bagi santri di pelosok Nusantara tersebut. Pasalnya, tiap kemarau, kekeringan kerap melanda wilayah tersebut, termasuk para santri dan pengurus pesantren yang merasakan dampak.

Sebelum adanya Sumur Wakaf, pihak pesantren telah berikhtiar menggali sumur sebagai sumber air. Sayang, dalamnya yang hanya lima meter membuat air tak keluar kala kemarau datang. Dana operasional pesantren pun terbatas, sehingga sumur yang ada tak digali lebih dalam.

Ustaz Burhanudin, salah satu pengasuh mengatakan, dana operasional pesantren akan didahuluhan untuk pemenuhan harian santri dibandingkan harus membangun fasilitas seperti bangunan pondok atau sumur. Apalagi, santri di sana tak semuanya datang dari keluarga berekonomi baik.

“Kebutuhan pesantren sangat bergantung dengan apa yang kami dapat di hutan, Mas. Kami juga ikhtiar dengan ternak ayam untuk memenuhi kebutuhan santri. Tapi karena lokasi kami dengan kegiatan tambang, hasil hutan mulai berkurang dan lingkungan tercemar, salah satu dampaknya kami sulit mendapat air bersih kalau kemarau datang,” tutur Ustaz Burhanudin kepada tim Global Wakaf di pertengahan Ramadan.

Pembangunan Sumur Wakaf di pesantren yang minum fasilitas itu dimulai pada 17 April dan selesai 26 April. Dengan selesainya pembangunan dan sumur telah mengeluarkan air bersih, seakan menjadi kabar gembira, khususnya bagi pihak pesantren. Masmudah, perwakilan SDIT Istiqamah YPAITB pun sangat bersyukur atas lancarnya pembangunan sumur ini. Ikhtiar yang dilakukan bersama tersebut telah rampung dan benar-benar terwujud.

“Alhamdulillah, Sumur Wakaf yang kami amanahkan ke Global Wakaf telah terbangun. Terima kasih juga telah mengenalkan kami dengan Pesantren Hidayatul Hayat, saya melihat sendiriinfrastruktur dan sarana belajar kondisinya memprihatinkan,” ungkap Masmudah.[]