Sejumlah Daerah di NTT Berpotensi Mengalami Kekeringan

Selama dua bulan atau 61 hari, 13 wilayah di Nusa Tenggara Timur mengalami hari tanpa hujan. Disebutkan bahwa peluang hujan sangat rendah bahkan kurang dari 20 milimeter per dasarian.

kekeringan NTT
Warga Kupang saling bantu membangun Sumur Wakaf. (ACTNews)

ACTNews, KUPANG – Saat ini, musim kemarau telah memasuki sejumlah wilayah di Indonesia. Beberapa permasalahan yang sering dihadapi saat musim kemarau tiba ialah kekeringan, kekurangan air bersih, dan polusi. Hal ini lah yang harus siap di hadapi.

Dilansir dari Antara, Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 13 daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini berpotensi menghadapi kekeringan. Sejak memasuki awal bulan Juli  2021, 13 daerah tersebut telah lebih dulu memasuki musim kemarau.

"Ke-13 daerah tersebut di antaranya Kota Kupang, Belu, Kupang, Flores Timur, Lembata, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, hingga Sabu Raijua," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang BMKG Rahmattuloh Adji

Oleh karena itu diperlukan kewaspadaan terkait ancaman bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan serta hemat dalam penggunaan air bersih. Sehingga kebutuhan bisa terpenuhi di tengah ancaman kekeringan meteorologis.

Antisipasi

Distribusi air bersih selama kemarau menjadi salah satu langkah dalam menghadapi kekeringan yang disebabkan oleh kemarau panjang. Antisipasi jangka panjang juga bisa dilakukan dengan cara membuat sumber air alternatif.

Di NTT, ACT melalui Global Wakaf sejak beberapa tahun lalu telah berikhtiar menghadirkan sumber air lewat program Sumur Wakaf. Sudah di beberapa titik sumber air ini terbangun dan mampu menghadirkan solusi kekurangan air warga.

Sampai saat ini pun, ikhtiar menghadirkan sumber air di NTT masih berlangsung. Moch Nurul Ramadhan dari tim Global Wakaf-ACT, mengatakan, ikhtiar mengadakan sumber air terus berlangsung dan menantikan dukungan dari dermawan dan wakif.

“Siapapun bisa ambil peran dalam aksi kebaikan ini,” jelasnya.[]