Sejumlah Wilayah di Kalimantan Tengah Terendam Banjir

Setelah Kabupaten Lamandau, banjir juga menerjang Kabupaten Kotawaringin Barat, tepatnya di Kecamatan Kotawaringin Lama. Berdasarkan laporan yang diterima ACTNews, hingga Kamis (23/7) warga belum mengungsi.

Sejumlah Wilayah di Kalimantan Tengah Terendam Banjir' photo
Banjir menggenangi permukiman warga di Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kamis (23/7) pagi. Warga membuat lantai panggung agar bisa melintas. (ACTNews)

ACTNews, LANDAMAU, KOTAWARINGIN BARAT – Pantauan tinggi muka air di Sungai Lamandau Kamis (23/7) pagi mencapai 669 sentimeter. Angka tersebut 21 sentimeter lebih dangkal dibandingkan hari sebelumnya. Meluapnya sungai Lamandau menyebabkan ratusan kepala keluarga di Kelurahan Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah terimbas banjir. Warga pun mengungsi ke sejumlah tempat yang lebih aman, salah satunya di Gedung Serba Guna Nanga Bulik.

Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kalimantan Tengah pun turut merespons kebutuhan korban banjir dengan menyuplai makanan bergizi untuk pengungsi. Belasan kilogram bahan makanan pokok langsung diantarkan MRI Kalteng ke dapur umum pengungsian. Para relawan juga membagikan puluhan dus susu UHT, biskuit, dan pakaian layak pakai kepada pengungsi.

Koordinator Relawan MRI Kalteng untuk banjir Lamandau Adi Cahyono melaporkan, relawan MRI Kalteng juga turut mendampingi pengungsi di pengungsian selama sepekan. Selain berkegiatan di dapur umum, tim juga menggelar kegiatan pendampingan psikososial untuk pengungsi anak.


Relawan bersama pengungsi anak di pengungsian Gedung Serba Guna Nanga Bulik. (ACTNews)

Kini, relawan MRI Kalteng hendak bergegas ke Kecamatan Arut Selatan dan Kotawaringin Lama. Pasalnya, banjir juga merendam ratusan rumah warga usai meluapnya sungai Kotawaringin Lama.

“Beberapa kali, banjir memang terjadi bergilir di daerah yang masih satu arus sungai. Setelah Lamandau, banjir menggenangi Kotawaringin Lama. Luapan sungai bergantian ke arah Pangkalan Bun,” kata Adi. Ia pun tengah mengkooridnasi tim dan menunggu arahan dari tim Emergency Response dan ACT Pusat dalam merespons banjir di Kotawaringin Lama.

Menurut pantauan relawan, korban banjir di Arut Selatan dan Kotawaringin Lama membutuhkan bantuan papan untuk membuat lantai panggung. “Kondisi air Kamis pagi masih selutut, warga membuat jalan darurat dengan papan kayu. Di dalam rumah, warga juga berinisiatif membuat lantai darurat atau lantai panggung, namun masih kekurangan bahan baku,” jelas Adi. Selain relawan MRI, Adi berharap, masyarakat Indonesia juga membersamai langkah relawan dalam membantu korban banjir di Kalimantan Tengah.[]


Bagikan